Arus Balik Mulai Tampak di Sejumlah Titik

Kendaraan roda dua dan roda empat terjebak kemacetan di pusat bisnis dan perbelanjaan Jl. Dr. Radjiman, Solo, Minggu (10/6 - 2018). (Solopos/Nicolous Irawan)
18 Juni 2018 10:50 WIB Newswire Semarang Share :

Semarangpos.com, JAKARTA — Arus mudik dilaporkan mulai tampak di sejumlah lokasi setelah masyarakat berlebaran, Jumat (15/6/2018). Pada hari Minggu (17/6/2018) yang disebut H+1 Lebaran 2018, arus balik mulai terlihat di beberapa titik meskipun masih belum begitu ramai.

Boleh jadi, masyarakat yang mudik lebih dahulu memilih kembali lebih awal. Begitu pula yang mudik belakangan memilih kembali belakangan sesuai dengan periode liburan atau cuti bersama mereka.

Puncak arus balik Lebaran 2018 di Tol Cikampek diperkirakan terjadi mulai Senin (18/6/2018) atau H+2 Lebaran 2018. Diperkirakan para pemudik mulai ramai Senin hingga Rabu (20/6/2018), hari terakhir cuti bersama.

Demikian dinyatakan juru bicara PT Jasa Marga, Herald Galingga, di Jakarta, Minggu. Berdasarkan pantauan Kantor Berita Antara, arus lalu lintas arah Jakarta-Cikampek Tol Cikampek mulai Gerbang Cikarang Utama I terpantau ramai lancar pada hari Minggu sekitar pukul 15.00 WIB.

Sebelumnya, pada hari pertama (H 1) Lebaran, Jumat (15/6/2018), Menteri Perhubungan Budi Karya Soemadi mengimbau para pemudik yang akan kembali ke Jakarta dan sekitarnya untuk menghindari puncak arus balik yang diperkirakan terjadi pada 18, 19, dan 20 Juni 2018.

Dwi Septi, pemudik yang tengah beristirahat di Rest Area Km. 62 Tol Cikampek-Jakarta, memilih kembali ke Jakarta pada hari Minggu untuk menghindari kemacetan. Dwi dan keluarganya berangkat menuju Jakarta dari Boyolali, Jawa Tengah, Sabtu malam atau hari kedua (H2) Lebaran 2018.

"Biar enggak macet dan ada waktu istirahat karena Selasa (19/6/2018) sudah masuk kantor," kata Dwi yang merupakan karyawati sebuah perusahaan swasta di Jakarta.

Pada musim Lebaran 2018, Kementerian Perhubungan dan Korps Lalu Lintas (Korlantas) Polri menyiapkan tiga skema antisipasi kepadatan arus lalu lintas di Tol Cikampek. Pertama, membuka tambahan ruas di jalan tol bagi pemudik yang menuju Jakarta. Penambahan jalur lawan arus menuju Jakarta dilakukan jika kondisi kemacetan masuk kategori biasa.

Kedua, penambahan jalur akan dilakukan permanen pada waktu-waktu tertentu jika kepadatan kendaraan masuk kategori berat; Ketiga, Korlantas dan Kemenhub akan menutup penuh jalur tol dari Jakarta jika volume kendaraan sudah mencapai taraf sangat padat.

Sementara itu, Kapolres Kabupaten Karawang AKBP Slamet Waloya menyatakan bahwa rekayasa lalu lintas, seperti sistem satu arah (one way) dan lawan arus (contraflow) akan menjadi pilihan untuk mengurai kemacetan pada arus balik Lebaran 2018.

Titik kepadatan diperkirakan akan terjadi di Tol Jakarta-Cikampek Km. 66 yang merupakan titik pertemuan arus balik kendaraan dari arah Tol Cipali dan Tol Cipularang, katanya ketika dihubungi di Karawang, Minggu.

Rekayasa lalu lintas yang disiapkan untuk mengurai kepadatan, di antaranya dengan memberlakukan contraflow, buka tutup rest area, pengaturan parkir di rest area, serta pengalihan arus ke jalan Arteri Karawang. "Sistem one way juga akan diterapkan kalau memang terjadi kemacetan parah," kata kapolres.

Untuk titik rawan kemacetan lainnya, pada arus balik Lebaran ialah tol sekitar rest area dan parking bay di Tol Jakarta-Cikampek kilometer 62, 52 dan 42. Pihaknya menyiapkan sejumlah personel di daerah rawan macet.

Ia mengimbau para pemudik yang akan balik ke Jakarta dan sekitarnya tetap mengikuti arahan dari petugas kepolisian selama di perjalanan. "Jika lelah, istirahat di tempat yang telah disiapkan," kata Kapolres.

Ruas tol fungsional mulai Solo hingga Brebes, Jawa Tengah, juga akan dibuka untuk arus balik satu arah dari timur ke barat mulai Senin (18/6/2018) pukul 06.00 WIB.

Ketua Satuan Tugas Jalan Tol Operasi Ketupat Candi 2018 Kombes Pol. Agus Triatmaja di Semarang, Minggu, mengatakan bahwa rencananya Kapolda Jawa Tengah dan Pangdam IV/ Diponegoro akan membuka jalur tol fungsional sebagai titik awal pelaksanaan arus balik.

"Kapolda dan Pangdam akan melepas pemudik, lokasinya sekitar 1 km di sebelah Timanbangan Kenteng di ruas Salatiga-Solo," kata Kabid Humas Polda Jawa Tengah ini. Hingga H+1 Lebaran, jalur tol fungsional masih bisa digunakan untuk kendaraan dari arah barat ke timur untuk selanjutnya ditutup guna penyiapan arus balik.

Sebelumnya, Kapolda Irjen Pol. Condro Kirono memperkirakan para pemudik kembali usai berlebaran di kampung halamannya mulai Senin (18/6/2018). "Ada waktu 3 hari, Senin sampai dengan Rabu [20/6/2018] masih libur cuti bersama," katanya.

Ia menilai waktu tiga hari tersebut cukup panjang bagi pemudik yang akan balik ke tempatnya bekerja. Untuk sementara, lanjut dia, tol fungsional akan dibuka mulai 18 hingga 20 Juni. Pengoperasian tol fungsional setelah tiga hari itu, kata dia, masih akan dievaluasi dahulu. "Saya lihat Senin sampai Rabu dahulu. Kalau memang masih tinggi, akan dibuka," katanya.

Di Terminal Kalideres, Jakarta Barat, arus balik pada hari Minggu masih terlihat sepi. “Puncak arus balik di Terminal Kalideres diperkirakan terjadi Rabu [20/6/2018] malam hingga dini hari atau Kamis [21/6/2018] pagi karena aktivitas bekerja dimulai Kamis [21/6/2018],” kata Kepala Terminal Bus Antarkota Antarprovinsi Kalideres Revi Zulkarnaen di Jakarta, Minggu.

Menurut dia, kepadatan arus balik baru bisa terlihat pada Senin (18/6/2018) dini hari karena diperkirakan bus dari daerah tiba di Terminal Kalideres. "Saat ini masih sepi, kemungkinan Senin pagi sudah mulai terlihat kepadatan karena bus dari daerah berangkat pada hari Minggu [17/6/2018] sore sehingga tiba di Kalideres pada Senin [18/6/2018] dini hari atau pagi," ujarnya.

Revi memperkirakan jumlah penumpang pada arus balik lebih banyak daripada arus mudik karena beberapa faktor, antara lain, banyak orang yang ikut mudik gratis tidak difasilitasi ketika arus balik memilih menggunakan bus dengan biaya sendiri. Kedua, menurut dia, arus urbanisasi yang diperkirakan meningkat karena kemungkinan pemudik membawa keluarga atau tetangganya untuk merantau di Jakarta.

"Ada penambahan jumlah penumpang di arus balik karena urbanisasi, membawa tetangga ataupun saudara ke Jakarta. Data kami menunjukkan data arus balik lebih banyak dari arus mudik," katanya.

Revi mengatakan ada perbedaan antara puncak arus balik pada tahun ini dengan 2017, yaitu tahun lalu pada H+6, sedangkan pada tahun 2018 pada H+4 disebabkan adanya perbedaan kebijakan cuti bersama yang telah ditetapkan oleh Pemerintah.

Oleh karena itu, dia meminta pemudik menghindari puncak arus balik dengan memilih waktu kembali ke Jakarta sebelum ataupun setelah H+4 agar tidak terjadi kepadatan. "Saya juga menghimbau masyarakat yang kembali dari kampung halaman untuk menyiapkan stamina dan istrahat cukup," katanya.

Berdasarkan data Pengelola Terminal Bus Antarkota Antarprovinsi Kalideres, Jakarta Barat, arus kedatangan penumpang di terminal tersebut pada hari Jumat (15/6/2018) berjumlah 514 orang dengan 211 bus. Pada hari Sabtu (16/6/2018) penumpang yang datang mulai meningkat yaitu berjumlah 825 dengan 184 bus. Sementara itu, data kedatangan penumpang hingga Minggu (17/6/2018) pukul 13.00 WIB sebanyak 722 orang dengan 85 bus.

Untuk mengantisipasi penumpang arus balik yang tiba dari luar kota, pengelola Terminal Bus Antarkota Antarprovinsi Kalideres, Jakarta Barat, menyiapkan Angkutan Malam Hari (Amari) dan Angkutan Dini Hari (Andini). "Sudah disiapkan Amari dan Andini untuk menghadapi arus balik 2018, semua sudah dikoordinasikan dengan semua pihak," kata Kepala Terminal Bus Antarkota Antarprovinsi Kalideres.

Ia menjelaskan bahwa Amari yang disediakan adalah Bus Mayasari Bakti dengan berbagai tujuan, seperti Kampung Rambutan dan Bekasi, yang mulai disiapkan sejak pukul 22.00 WIB dan angkutan kota (angkot) dengan tujuan Kota Tangerang.

Menurut dia, untuk angkutan Andini adalah Bus Transjakarta yang disiagakan 24 jam dengan tujuan Harmoni, Jakarta Pusat, sehingga diharapkan memudahkan masyarakat yang hendak ke berbagai tujuan. Transjakarta 24 jam, rutenya dari koridor Kalideres menuju Harmoni yang bisa menghubungkan ke koridor lain sehingga bisa memudahkan masyarakat, ujarnya.

Revi mengatakan bahwa Bus Transjakarta yang digunakan untuk Andini jumlahnya tidak berbeda dengan hari biasanya. Namun, ukurannya yang dibedakan karena yang difungsikan untuk Andini adalah tipe single, bukan bus Maxi Transjakarta. Hal ini menurut dia karena diperkirakan jumlah penumpang pada dini hari tidak banyak dibandingkan pagi hingga malam hari.

Pos pengamanan terpadu (pospamdu) di Terminal Kalideres, dimaksimalkan pada malam hingga pagi hari menghadapi arus balik Lebaran 2018, melibatkan berbagai unsur keamanan dan tenaga kesehatan. "Kami menyiapkan Pos Pengamanan Terpadu selama 24 jam sebagai upaya persiapan arus balik di Terminal Kalideres untuk memperlancar masyarakat yang kembali dari kampung halaman," kata Revi Zulkarnaen.

Ia mengatakan bahwa personel yang terlibat dalam pospamdu tersebut terdiri atas Dinas Perhubungan Provinsi DKI Jakarta, Kepolisian, dan Dinas Kesehatan Provinsi DKI Jakarta. Jumlahnya pun tidak berbeda ketika arus mudik, sebanyak 175 orang dengan perincian 75 petugas Dinas Perhubungan, 75 polisi, dan 25 orang petugas kesehatan dari Dinas Kesehatan Provinsi DKI Jakarta dan BNN.

KLIK dan LIKE di sini untuk lebih banyak berita Semarang Raya

Tokopedia

Sumber : Antara