Warak Ngendhog Bakal Hiasi Sirkuit MXGP Semarang

Ilustrasi motocross. (Instagram/pemerintahkotasemarang)
19 Juni 2018 14:50 WIB Imam Yuda Saputra Semarang Share :

Semarangpos.com, SEMARANG – Pemerintah Kota (Pemkot) Semarang bakal membangun patung warak ngendhog setinggi dua meter di sirkuit motorcross, kawasan Bukit Semarang Baru (BSB), Mijen, Kota Semarang. Sirkuit itu rencana digunakan untuk menggelar agenda balap motorcross  kelas dunia, MXGP, 6-8 Juli 2018 nanti.

Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi, menyebutkan patung warak ngendhog itu akan menjadi salah satu penanda bahwa balapan MXGP digelar di Kota Semarang. Patung warak ngendhog dengan tinggi sekitar dua meter itu akan dibangun di depan pintu masuk sirkut yang dibangun di atas lahan seluas 2 hektare itu.

“Kami sudah beberapa kali mengecek sirkuitnya. Kami minta nanti di sirkuit itu ditonjolkan kearifan lokal Kota Semarang, salah satunya yakni patung warak ngendhog itu. Supaya kita bisa tunjukkan kepada dunia jika balapan MXGP itu memang benar-benar digelar di Kota Semarang,” ujar wali kota yang akrab disapa Hendi itu saat berbincang dengan Semarangpos.com di Balai Kota Semarang, beberapa waktu lalu.

Hendi menambahkan selain patung warak ngendhog, ada beberapa hal lain yang akan ditonjolkan sebagai kearifan lokal di sirkuit MXGP nanti. Salah satunya yakni adanya pepohon pisang dan ketela di sekitar sirkuit yang akan digunakan adu kebut puluhan crosser dari mancanegara itu.

“Pohon ketela dan pisang itu kan tumbuhan daerah tropis. Jadi, kami minta kalau bisa tetap dipertahankan. Biar saat sirkuitnya di syuting media dari luar negeri ketahuan bahwa ajang itu benar-benar digelar di daerah tropis, yakni Semarang,” tutur politikus PDIP itu.

Hendi berharap digelarnya ajang adu kebut akan meningkatkan pamor Kota Semarang di mata dunia internasional. Agenda kejuaraan dunia ini juga menjadi ajang promosi wisata Kota Semarang.

“Ajang MXGP itu seperti F1-nya motocros, kayak MotoGP-nya motocross. Jadi semua pabrikan bakal ikut. Banyak peserta dari mancanegara datang. Wistawan jadi ramai. Hotel jadi ramai, kuliner jadi laris, promosi juga untuk Kota Semarang,” beber Hendi. 

KLIK dan LIKE di sini untuk lebih banyak berita Semarang Raya