Pengunjung Museum Kereta Api Ambarawa Melonjak

Rangkaian kereta api kuno membawa wisatawan melintasi kawasan Rawa Pening, di Bawen, Kabupaten Semarang, Jawa Tengah, Minggu (16/4 - 2018). (Antara/Aditya Pradana Putra)
19 Juni 2018 06:50 WIB Hendra Wibawa Semarang Share :

Semarangpos.com, PURWOREJO — Libur Lebaran tahun ini benar-benar dimanfaatkan masyarakat untuk mengunjungi objek wisata di Jawa Tengah. Salah satu objek wisata yang menjadi favorit pemudik adalah Museum Kereta Api Ambarawa.

Museum di Kecamatan Ambarawa, Kabupaten Semarang , jawa Tengah itu sudah didatangi pengunjung sejak pukul 08.00 WIB untuk sekadar berfoto atau naik kereta wisata dari Ambarawa hingga Stasiun Tuntang. Pemandu wisata Museum Ambarawa, Muksin, mengatakan museum kereta api di Jawa Tengah ini selalu padat pengunjung selama periode libur Lebaran 2018 ini.

Menurutnya, pilihan favorit pengunjung saat di museum adalah naik kereta wisata dari Ambarawa hingga Tuntang pergi-pulang (PP) yang ditempuh selama satu jam perjalanan. "Kalau Lebaran, jangan ditanya, orang datang jam 09.00 pagi enggak bakal kebagian," katanya saat dihubungi Jaringan Informasi Bisnis Indonesia (JIBI), Senin (18/6/2018).

Dia menjelaskan kereta wisata kereta Ambarawa-Tuntang menggunakan lokomotif disel, yang menarik tiga kereta tua. Dengan kereta tua yang dibangun  tahun 1911 itu memiliki kapasitas 40 orang per kereta.

Perjalanan kereta wisata Ambarawa-Tuntang melalui kawasan danau Rawa Pening yang terkenal dengan banyaknya enceng gondok. Wisatawan dapat membeli tiket di Museum Kereta Api Ambarawa mulai pukul 08.00 WIB sejak stasiun tersebut buka dengan harga tiket untuk perjalanan wisata reguler Rp50.000 per penumpang.

Dulunya, kisah Muksin, wisatawan bisa menikmati perjalanan Ambarawa-Tuntang dengan harga tiket Rp10.000 per penumpang dengan naik kereta wisata Yang ditarik lori. "Dulu pakai lori sekarang pakai loko diesel. Pada masa Pak Jonan sebagai Dirut PT KAI, lori diganti diesel," paparnya.

Untuk kereta wisata yang ditarik lokomotif uap, dia menyatakan pemesanan harus jauh-jauh hari dengan harga Rp15 juta untuk satu kali perjalanan pergi-pulang. Rute yang dilalui kereta uap menanjak dengan rel bergerigi.  Lokomotif uap juga memiliki fasilitas gerigi.

Untuk menjalankan lokomotif uap dibutuhkan persiapan selama 3 jam. Dalam menempuh perjalanan wisata itu, kereta uap membutuhkan 36.000 lliter dan sekitar 7 kubik kayu jati.

KLIK dan LIKE di sini untuk lebih banyak berita Semarang Raya

Tokopedia

Sumber : Bisnis