727 Sepeda Motor Pemudik Diangkut dari Tanjung Emas

Sekda Jateng, Sri Puryono (kedua dari kiri), saat melepas peserta Arus Balik Gratis Sepeda Motor di Pelabuhan Tanjung Emas, Semarang, Selasa (19/6 - 2018). (jatengprov.go.id)
20 Juni 2018 10:50 WIB Imam Yuda Saputra Semarang Share :

Semarangpos.com, SEMARANG – Sebanyak 727 sepeda motor milik pemudik diberangkatkan dari Pelabuhan Tanjung Emas, Semarang, menuju Tanjung Priok, Jakarta, Selasa (19/6/2018). Sepeda motor milik 1.556 pemudik itu diangkut dengan menggunakan dua kapal ternak.

Dikutip dari laman Internet resmi Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jateng, 727 sepeda motor itu merupakan kendaraan milik pemudik yang mengikuti program Arus Balik Gratis Sepeda Motor. Program hasil kerja sama Kementerian Perhubungan (Kemenhub) dan Pemprov Jateng itu diikuti 1.556 pemudik.

Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Jateng, Sri Puryono, menyebutkan 1.556 pemudik yang baru saja menikmati libur Lebaran di Jateng itu dipulangkan ke Jakarta dengan menggunakan empat kapal perintis Sabuk Nusantara 85.

“Pagi ini tanggal 19 Juni, Kementerian Perhubungan memfasilitasi mudik gratis, baik itu sepeda motor maupun penumpang. Pendaftar sepeda motor sekitar 720-an dan penumpang 1.500-an dengan tujuan Tanjung Priok,” ujar Sri dikutip laman Internet resmi Pemprov Jateng.

Sri mengatakan saat ini pemerintah memang mendorong masyarakat untuk mudik maupun balik menggunakan moda transportasi kapal dan kereta api, karena lebih aman dan nyaman. Pemudik tidak perlu menghadapi kemacetan seperti saat berkendara dengan kendaraan pribadi maupun kendaraan umum.

Dengan kondisi itu, diharapkan bisa menekan angka kecelakaan lalu lintas baik saat arus mudik maupun balik Lebaran. Pemudik juga dapat lebih menjaga kondisi tubuhnya sehingga tidak lelah selama perjalanan.

“Kalau jalur darat cenderung macet dan banyak kecelakaan lalu lintas. Kalau jalur laut dan kereta api lebih efektif. Sekali jalan bisa mengangkut berapa ratus atau ribu orang. Maka kita arahkan menggunakan kedua moda transportasi itu,” tambahnya.

Sementara itu, salah satu peserta Arus Balik Gratis Sepeda Motor asal Sragen, Lia, mengaku nyaman pulang ke kampung halaman dengan menggunakan kapal. Meski pun waktu tempuh menuju Tanjung Priok dari Tanjung Emas berlangsung selama 24 jam, Lia tetap merasa nyaman saat perjalanan arus balik.

“Fasilitasnya cukup nyaman. Apalagi disediakan makan tiga kali sehari untuk pemudik,” ujar Lia.

Dirjen Hubla, R. Agus H. Purnomo, membenarkan jika mudik dengan kapal terasa nyaman dibanding dengan kendaraan darat. Bahkan, saking nyamannya ada peserta yang sudah tiga kali mengikuti program Arus Balik Gratis Sepeda Motor.

“Ada pemudik yang ternyata sudah tiga tahun ikut program ini karena mereka merasa nyaman. Daripada naik motor dari Jakarta ke kampung, mending naik ini. Tinggal duduk bersama anak istri. Sampai kampung juga (badan) fresh. Makanan juga kami jamin sehari tiga kali,” pungkasnya sembari tersenyum.

KLIK dan LIKE di sini untuk lebih banyak berita Semarang Raya

Tokopedia