Sosialisasi Pilgub Jateng Kurang Maksimal

Ilustrasi Pilgub Jateng. (Semarangpos.com)
21 Juni 2018 05:50 WIB Imam Yuda Saputra Semarang Share :

Semarangpos.com, SEMARANG – Pengamat politik asal Universitas Diponegoro (Undip) Semarang, Yulianto, menilai Komisi Pemilihan Umum (KPU) Jawa Tengah (Jateng) bekerja kurang maksimal dalam melakukan sosialisasi penyelenggaraan pilkada atau tepatnya Pilgub Jateng 2018. Padahal, pemungutan suara pada pilkada atau Pilgub Jateng 2018 bakal berlangsung sepekan lagi, Rabu (27/6/2018).

“Kalau soal menjaga situasi tetap kondusif selama Pilgub Jateng, KPU memang berhasil. Tapi, sosialisasinya masih kurang. Pilgub Jateng jadi kurang seru, kurang ada greget seperti di Jawa Timur [Jatim] atau Jawa Barat [Jabar],” ujar Yulianto saat dihubungi Semarangpos.com, Rabu (20/6/2018).

Yulianto menyebutkan indikator minimnya sosialisasi terlihat dari sedikitnya opini maupun wacana publik terkait pilkada atau tepatnya Pilgub Jateng 2018. Padahal, opini maupun wacana dari publik itu menjadi bukti bahwa masyarakat turut peduli dengan pesta demokrasi di wilayahnya.

“Lihat saja, diskusi-diskusi yang digelar masyakat terkait Pilgub Jateng sangat sedikit. Ini yang menjadi indikasi kalau masyarakat kurang tertarik karena sosialisasinya kurang,” tutur Yulianto.

Yulianto menilai ada beberapa faktor yang membuat sosialisasi KPU kurang maksimal. Salah satunya adalah terlambatnya pemasangan alat peraga kampanye (APG) pasangan calon (paslon).

APG paslon yang bersaing di pilkada atau tepatnya Pilgub Jateng 2018 memang sempat bermasalah. Saat itu, hingga dua bulan masa kampanye APG belum terdistribusi secara merata karena permasalahan di pihak pemenang tender hingga harus dilakukan lelang ulang.

“Ini yang menjadi PR KPU saat ini. Sepekan sebelum pencoblosan, sosialisasi harus digencarkan. KPU harus membangun opini dan sosialisasi terkait Pilgub Jateng di media-media [massa] mainstream supaya masyarakat tahu kalau pekan depan ada coblosan Pilgub Jateng. Apa ini sudah dilakukan?” tutur Yulianto.

Sementara itu, ditemui di Hotel Harris Semarang, Rabu siang, Ketua KPU Jateng, Joko Purnomo, mengaku sudah melakukan sosialisasi secara maksimal. Mereka bahkan berani menargetkan tingkat partisipasi publik mencapai 77,5% dari total jumlah Daftar Pemilih Tetap (DPT) yang telah ditetapkan, yakni 27.068.125 orang.

“Sosialisasi sudah kami lakukan dengan menggelar diskusi ke kelompok-kelompok masyarakat. Bahkan untuk mahasiswa yang tengah merantau. Nanti akan kita fasilitasi agar bisa melakukan pencoblosan,” tutur Joko.

KLIK dan LIKE di sini untuk lebih banyak berita Semarang Raya

Tokopedia