KPU Gelar Nobar Debat Pilgub Jateng di 9.167 Lokasi

Suasana Debat Pilgub Jateng 2018 tahap pertama di Hotel Patra, Semarang, beberapa waktu lalu. (dok Solopos.com)
21 Juni 2018 15:50 WIB Imam Yuda Saputra Semarang Share :

Semarangpos.com, SEMARANG – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Jawa Tengah (Jateng) akan menggelar acara nonton bareng (nobar) Debat Terakhir Pilgub Jateng 2018  di 9.167 titik atau lokasi yang tersebar di 35 kabupaten dan kota di Jateng, Kamis (21/6/2018).

“Kami sudah menginstruksikan kepada tiap PPK [Panitia Pemilih Kecamatan] untuk menggelar nobar Debat Tahap Ketiga Pilgub Jateng. Silakan digelar di masing-masing kantor PPK, tapi jangan sampai mengganggu proses distribusi logistik pilkada atau Pilgub Jateng,” ujar Ketua KPU Jateng, Joko Purnomo, kepada Semarangpos.com, Rabu (20/6/2018).

Joko menambahkan Debat Terakhir Pilgub Jateng 2018 bakal disiarkan secara langsung oleh Kompas TV dari Hotel Patra, Kota Semarang, mulai pukul 19.30 WIB.

Debat terakhir itu akan menggambil tema Demokrasi, Hukum, dan Kawasan yang dibagi dalam empat sub tema, yakni Pembudayaan Demokrasi Pancasila, Penegakan Peraturan Daerah, Kepemimpinan, dan Penataan Kawasan.

“Dengan digelarnya nobar debat ini kami berharap akan meningkatkan partisipasi publik dalam pilkada atau Pilgub Jateng. Kami menargetkan tingkat partisipasi publik pada Pilgub 2018 mencapai 77,5% dari total jumlah DPT [27.068.125 pemilih]. Lebih tinggi dibanding tahun 2013 lalu, yang hanya mencapai 56%,” ujar Joko.

Joko berharap dengan menyaksikan debat, masyarakat jadi lebih tahu dengan kandidat yang akan dipilih. Masyarakat jadi tahu seperti apa cara kandidat dalam menyampaikan ide dan gagasan yang diberikan para panelis dalam debat nanti.

“Masyarakat kan bisa melihat seperti apa gestur calon pemimpinnya dalam menyampaikan ide dan gagasan. Selain itu, mereka juga tahu seberapa rasional ide atau gagasan dari kandidat untuk direalisasikan,” imbuh Joko.

Terpisah, pengamat politik dari Universitas Diponegoro (Undip) Semarang, Yulianto, menilai Debat Pilgub Jateng 2018 tak akan memberi dampak signifikan terhadap tingkat partisipasi publik.

“Debat enggak akan memberikan dampak signifikan terhadap tingkat partisipasi publik maupun tingkat elektabilitas calon. Masyarakat yang ingin berpartisipasi, pemikirannya sudah terpaku pada calon yang diusung. Mereka tidak akan mengubah pilihannya gara-gara debat,” tutur dosen Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Undip itu. 

KLIK dan LIKE di sini untuk lebih banyak berita Semarang Raya