Pasokan Listrik Karimunjawa Tersendat, Warga Andalkan Genset

Ilustrasi pemadaman listrik. (Matookerepublic.com)
21 Juni 2018 21:50 WIB Imam Yuda Saputra Semarang Share :

Semarangpos.com, SEMARANG – Pasokan listrik di Kepulauan Karimunjawa, Kabupaten Jepara, Jawa Tengah (Jateng) dalam beberapa hari terakhir tersendat. Pemadaman listrik  bahkan terjadi di kepulauan yang kerap dijuluki Paradise of Java dalam dua hari terakhir, sejak Senin (18/6/2018) malam.

Sekretaris Camat Karimunjawa, Nur Soleh Prasetyawan, menyebutkan saat ini warga Karimunjawa mengandalkan genset untuk mendapatkan pelayanan listrik.

“Benar memang listrik tengah padam. Tapi, jangan dibayangkan kalau Karimunjawa gelap gulita. Banyak warga yang memiliki genset untuk mendapatkan pelayanan listrik,” ujar Nur Soleh saat dihubungi Semarangpos.com, Kamis (21/6/2018).

Nur Soleh tidak mengetahui secara pasti permasalahan pemadaman listrik di wilayah Karimunjawa. Namun, sepengetahuannya ada permasalah di pembangkit listrik di Karimunjawa hingga pasokan listrik tersendat.

Tersendatnya pasokan listrik di Karimunjawa ini, lanjut Nur Soleh, tidak berdampak pada kunjungan wisatawan saat musim libur Lebaran. Menurutnya, banyak penginapan di Karimunjawa yang menggunakan genset guna melayani wisatawan.

“Memang kemarin, dua hari lalu sejak Senin malam benar-benar padam. Tapi, sekarang sudah nyala lagi. Banyak hotel dan penginapan yang sudah menggunakan genset untuk melayani wisatawan yang menginap,” ujar Nur Soleh.

Manajer Komunikasi dan Bina Lingkungan PLN Distribusi Jawa Tengah (Jateng) dan Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), Hardian Sakti Laksana, membenarkan jika ada sedikit permasalahan pada pembangkit listrik di Karimunjawa.

“Tapi kalau itu [permasalahan pembangkit listrik] saya kurang tahu detailnya. Yang lebih tahu pihak Indonesia Power. Tapi setahu saya sekarang sudah nyala lagi,” ujar Hardian saat dihubungi Semarangpos.com.

Hardian mengatakan pelayanan listrik di Karimunjawa memang kerap mengalami masalah. Hal itu salah satunya disebabkan meningkatnya konsumsi listrik di wilayah itu.

“Dulu penggunaan listriknya sekitar 500 watt, sekarang naik dua kali lipat menjadi 1.000 watt,” tutur Hardian. 

KLIK dan LIKE di sini untuk lebih banyak berita Semarang Raya