Debat Bahas Tema Lingkungan, Ini Kata Aktivis

Deklarasi aktivis lingkungan yang tergabung dalam Jamaskeling Jateng terkait Pilgub Jateng 2018 di Warung Sosmet, Semarang, Kamis (21/6 - 2018). (Semarangpos.com/Imam Yuda S.)
21 Juni 2018 19:20 WIB Imam Yuda Saputra Semarang Share :

Semarangpos.com, SEMARANG — Aktivis lingkungan yang tergabung dalam Jaringan Masyarakat Sipil untuk Keadilan Lingkungan dan Agraria (Jamaskeling) Jawa Tengah (Jateng) menaruh harapan besar pada hasil Debat Pilgub Jateng 2018 yang digelar di Hotel Patra, Semarang, Kamis (21/6/2018) malam.

Terlebih debat tahap ketiga atau yang terakhir dalam Pilgub Jateng 2018 itu salah satunya mengusung tema penataan kawasan atau lingkungan hidup.

"Tentu kami menaruh harapan besar dengan debat ini. Soalnya selama ini tak ada satupun kandidat Pilgub Jateng yang membahas soal lingkungan. Padahal isu lingkungan di Jateng sudah sangat krisis," ujar anggota Jamaskeling Jateng, Ivan Wagner, di Warung Sosmet, Semarang, Kamis.

Ivan menyebutkan ada beberapa kasus yang melibatkan lingkungan hidup di Jateng dalam beberapa tahun terakhir. Meski demikian, kasus itu kurang mendapat dukungan dari pemerintah daerah.

Beberapa kasus itu antara lain, eksploitasi kawasan karst lindung Pegunungan Kendeng; tukar guling kawasan hutan di Surokonto Wetan, Kendal; eksploitasi kawasan karst di Kecamatan Gombong, Kebumen; pembangunan pembangkit listrik tenaga uap (PLTU) di Cilacap, Jepara, dan Rembang; pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTPB) Gunung Slamet; pencemaran lingkungan udara PT Rayon Utama Makmur (RUM) Sukoharjo; dan pembangunan proyek infrastruktur yang mengancam kawasan permukiman warga di berbagai daerah seperti Tambakrejo, Semarang, dan lain-lain.

"Dari sekian banyak kasus itu, tak ada satupun yang menarik perhatian paslon Pilgub Jateng. Jangankan menyinggung dalam dua debat sebelumnya, datang ke lokasi konflik pun mereka belum pernah," imbuh Ivan.

Ivan pun berharap dari debat terakhir pilkada atau tepatnya Pilgub Jateng 2018 itu bisa diketahui seberapa besar kepedulian kandidat terhadap penataan lingkungan di Jateng.

"Kami ingin lihat bagaimana ide atau gagasan mereka terkait isu lingkungan. Siapa yang lebih baik itu yang akan kami pilih," ujar anggota lain Jamaskeling Jateng, Ghofar.

Jamaskeling Jateng terdiri dari beberapa kelompok aktivis lingkungan seperti Wahana Lingkungan Hidup (Walhi), Jaringan Masyarakat Peduli Pegunungan Kendeng (JM-PPK), Persatuan Rakyat Penyelamat Karst Gombong (PERPAG), Perkumpulan Petani Surokonto Wetan (PPSW) Kendal, Paguyuban Ujung Negoro, Karanggeneng, Ponowareng, Wonorekso, Roban (UKPWR) Batang, dan YLBHI-LBH Semarang.

Dalam kesempatan itu, Jamaskeling Jateng juga membuat deklarasi sikap dalam menghadapi pilkada atau tepatnya Pilgub Jateng. Deklarasi yang dikemas dalam acara halalbihalal itu turut dimeriahkan penampilan band Rock, Navicula, asal Bali.

"Kami akan pilih gunung, tanah, pesisir, laut, dan keberlanjutan lingkungan hidup dalam Pilgub Jateng. Itu sesuai lambang Provinsi Jateng. Artinya siapa yang memperjuangkan lingkungan itu yang kami pilih," tegas Ghofar.

KLIK dan LIKE di sini untuk lebih banyak berita Semarang Raya