20.000 Telur Asin Brebes Terjual Setiap Hari Selama Libur Lebaran 2018

Ilustrasi produksi telur asin. (Antara/Oky Lukmansyah)
22 Juni 2018 03:50 WIB Newswire Semarang Share :

Semarangpos.com, BREBES — Penjualan telur asin oleh para pedagang Kabupaten Brebes, Jawa Tengah, selama musim libur Lebaran 2018 mencapai 20.000 butir telur asin setiap harinya atau naik berlipat ganda jika dibandingkan dengan hari biasa yang hanya sekitar 3.000/hari.

Purnama, pedagang telur asin di Brebes mengatakan bahwa kenaikan penjualan telur asin tersebut diperkirkan akan terus meningkat hingga tujuh hari setelah Lebaran. "Kendati penjualan telur asin saat Lebaran meningkat tetapi dengan diberlakukannya jalan tol sangat mempengaruhi omset penjualan. Bisa dikatakan dengan diberlakukan jalan tol omset penjualan telur turun hingga 50% jika dibanding tahun sebelumnya," katanya, Kamis (21/6/2018)

Menurut dia, meskipun penjualan telur asin relatif ramai, namun harga lauk pendamping nasi ini dijual Rp5.000/butir. "Harga telur asin masih tetap sama dan tidak dinaikan oleh para pedagang. Adapun pembeli telur asin adalah sebagian besar adalah pemudik berasal dari luar kota Brebes," katanya.

Rahman, pemudik asal Purwokerto, mengatakan dirinya sengaja mampir ke pusat oleh-oleh yang berada di dekat Alun-Alun Brebes sekadar untuk membeli telur asin. "Kami sengaja mampir membeli telur asin sebagai oleh-oleh untuk tetangganya dan rekan kerja di Jakarta. Telur asin asal Brebes ini memiliki cita rasa yang khas," katanya.

Anggota DPR Dewi Aryani mengatakan bahwa keberadaan jalan tol akan mempermudah dan mempercepat distribusi barang dan modal sehingga akan menumbuhkan perekonomian di daerah. Kendati demikian, kata dia, keberadaan usaha mikro kecil yang membentang di sepanjang jalur nasional atau jalan pantura harus mendapat perhatian pemerintah.

"Jangan sampai usaha mikro kecil ini mengalami kebangkrutan sehingga meningkatkan kemiskinan dan pengangguran," kata politikus PDI Perjuangan itu.

Menurut dia, perlu upaya dari pemda meningkatkan daya tarik pada masing-masing kabupaten/kota yang dilewati jalur tol. "Keragaman budaya dan makanan khas hingga potensi wisata setiap daerah diharapkan mampu menarik pengguna jalan untuk singgah dan berbelanja," katanya.

KLIK dan LIKE di sini untuk lebih banyak berita Semarang Raya

Sumber : Antara