Wali Kota Semarang Sidak Hari Pertama Kerja, Ini Hasilnya...

Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi saat mengecek pelayanan di Kantor Kelurahan Sampangan, Semarang, Kamis (21/6 - 2018). (Antara/Humas Setda Kota Semarang)
22 Juni 2018 01:50 WIB Newswire Semarang Share :

Semarangpos.com, SEMARANG — Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi mendapati ruang laktasi di salah satu kantor pemerintah kelurahan di wilayah tersebut yang kondisinya tidak layak saat melakukan inspeksi mendadak (sidak) hari pertama kerja bagi aparatur sipil negara (ASN) setelah libur dan cuti bersama Lebaran 2018.

"Ruang laktasi ini kan disediakan untuk ibu-ibu menyusui, ya, harus bersih. Jangan malah seperti gudang," kata Hendi, sapaan akrab Hendrar Prihadi saat sidak di Kantor Kelurahan Sampangan, Semarang, Kamis (21/6/2018).

Kantor Kelurahan Sampangan menjadi salah satu tempat yang disidak politikus PDI Perjuangan itu pada hari pertama masuk kerja pascalibur Hari Raya Idul Fitri 1439 Hijriah, dan ruang laktasi sengaja disorotnya.

Menurut dia, keberadaan ruang laktasi di kantor kelurahan memang disediakan sebagai fasilitas pendukung pelayanan kepada masyarakat, terutama kalangan ibu yang menyusui sehingga harus dibuat senyaman mungkin.

Ia menegaskan ruang laktasi sebagai fasilitas pendukung pelayanan publik memang terus didorong oleh Pemerintah Kota Semarang harus tersedia di setiap kantor pelayanan di Kota Semarang, termasuk kantor kelurahan.

"Mulai tahun lalu, kantor-kantor kelurahan di Kota Semarang sudah kami buat standardisasinya, mulai dari kebersihan sampai fasilitas-fasilitas penunjang pelayanan, termasuk ruang laktasi," katanya.

Teguran itu pun langsung disampaikan orang nomor satu di Kota Semarang itu kepada Lurah Sampangan Supono yang mendampingi Hendi berkeliling ruang pelayanan di kantor kelurahan tersebut.

"Artinya, kondisi yang seperti ini, ruang laktasi, menjadi catatan penting. Jangan sampai renovasi kantor dengan segala fasilitasnya yang diupayakan menjadi sia-sia karena tidak dijaga dengan baik," tegas Hendi.

Selain ruang laktasi, kata dia, masyarakat yang mengurus segala keperluan di kantor kelurahan pun harus disediakan minuman yang bisa diambil sendiri di lemari es dan sifatnya gratis.

Bukan hanya mengecek fasilitas pendukung pelayanan, Hendi pun mengecek daftar presensi atau kehadiran pegawai di kantor, dan tidak didapatinya pegawai yang absen pada hari pertama masuk kerja di Kelurahan Sampangan.

Sidak tersebut, diungkapkannya, memang sudah menjadi rutinitas tahunan setiap usai libur panjang, termasuk Lebaran, untuk memastikan kesiapan pelayanan yang dilakukan di kantor-kantor pelayanan publik.

"Namun, menurut saya yang terpenting adalah kualitasnya, bukan kuantitasnya. Jadi, percuma juga kalau pegawainya masuk semua, tetapi pelayanan yang diberikan masih setengah-setengah," katanya.

KLIK dan LIKE di sini untuk lebih banyak berita Semarang Raya

Sumber : Antara