Ida Fauziyah Beberkan Harapan Hidup di Jateng Masih Rendah

Pasangan Ganjar Pranowo/Taj Yasin (kiri) dan Sudirman Said/Ida Fauziyah (kanan). (Instagram/kpujateng)
22 Juni 2018 04:50 WIB Ginanjar Saputra Semarang Share :

Semarangpos.com, SEMARANG - Calon wakil gubernur (cawagub) nomor urut 2 pada pilkada atau Pilgub Jateng 2018, Ida Fauziyah, membeberkan tingkat harapan hidup masyarakat di Jateng masih sangat rendah pada masa kepemimpinan Ganjar Pranowo. Hal itu ia ungkapkan pada Debat Terbuka III Pilgub Jateng 2018 di Hotel Patra, Kota Semarang, Jateng, Kamis (21/6/2018) malam.

Menurut Ida Fauziyah, tingkat harapan hidup masyarakat di Jateng masih berada di bawah rata-rata nasional. Bukan hanya itu, Ida Fauziyah menyatakan indeks pembangunan manusia (IPM) di Jateng juga masih berada di bawah rata-rata nasional.

Menurutnya, masih banyak masyarakat Jateng yang tak sanggup mengenyam pendidikan hingga tingkat SMA. "IPM Jateng masih di bawah rata-reta nasional. Banyak yang tidak sampai lulus SMP, tidak sampai lulus SMA," ungkap cawagub pendamping cagub Sudirman Said pada pilkada atau tepatnya Pilgub Jateng 2018 itu.

Politikus PKB itu menambahkan kesulitan dalam hal ekonomi menjadi penyebab utama rendahnya tingkat harapan hidup dan IPM di Jateng. "Kenapa mereka tidak sampai lulus SMP? Beban ekonomi yang sangat berat, income per kapita rendah menjadikan keinginan bersekolah juga rendah," lanjutnya.

Menanggapi hal itu, Taj Yasin sebagai cawagub pendamping caguib Ganjar Pranowo pada pilkada atau tepatnya Pilgub Jateng 2018 mengklaim bahwa pemerintahan Ganjar Pranowo selama ini sudah berupaya meningkatkan IPM di Jateng. Putra kiai Maimoen Zubair itu justru meminta Ida Fauziyah kembali menilik data yang dibeberkan.

Pada debat yang mulai memanas, Ida Fauziyah membeberkan gagasannya untuk memperbaiki IPM di Jateng. Ia menegaskan akan memberikan bantuan pendidikan, bukan hanya untuk sekolah negeri, namun juga sekolah-sekolah swasta di Jateng agar semua lapisan masyarakat dapat mengenyam pendidikan.

KLIK dan LIKE di sini untuk lebih banyak berita Semarang Raya