Indo Barometer Sebut Masalah Kerja Isu Utama Jateng

Pasangan calon gubernur dan wagub Jawa Tengah Sudirman Said (kedua dari kiri)-Ida Fauziyah (kiri) dan Ganjar Pranowo (kedua dari kanan)-Taj Yasin (kanan) mendeklarasikan Kampanye Damai Pilkada Jateng 2018 di Kompleks KPU Jateng, Semarang, Jawa Tengah, Minggu (18/2 - 2018). (Antara/Aditya Pradana Putra)
22 Juni 2018 13:50 WIB Yodie Hardiyan Semarang Share :

Semarangpos.com, JAKARTA — Lembaga survei politik Indo Barometer menyatakan masalah yang paling penting dan mendesak untuk segera ditangani di Provinsi Jawa Tengah adalah sulitnya lapangan pekerjaan.

Pernyataan itu disampaikan berdasarkan hasil riset yang dilakukan oleh Indo Barometer di 35 kabupaten dan kota di Jawa Tengah terhadap 800 responden dengan tingkat kepercayaan 95% pada 7-Juni 2018. Dari 800 responden, 22,8% menyatakan sulitnya lapangan pekerjaan merupakan masalah yang paling penting dan mendesak untuk ditangani.

"Permasalahan mendesak di Provinsi Jawa Tengah yang banyak diungkap publik adalah sulit lapangan pekerjaan, mahalnya harga kebutuhan pokok, kondisi jalan dan jembatan yang masih kurang baik dan sulitnya kondisi ekonomi rakyat," papar Direktur Eksekutif Indo Barometer M. Qodari dalam acara pemaparan hasil riset dan diskusi, Rabu (20/6/2018).

Permasalahan itu disebut merupakan permasalahan yang menjadi pekerjaan rumah bagi gubernur baru periode 2018-2023. Seperti diketahui, dua pasangan calon gubernur dan wakil gubernur akan berkompetisi pada Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur (Pilgub) Jateng dalam rangkaian pemilihan umum kepala daerah (pilkada) serentak 2018, yaitu Ganjar Pranowo berpasangan dengan Taj Yasin dan Sudirman Said yang berpasangan dengan Ida Fauziyah.

Berdasarkan data Indo Barometer, 67,3% responden yang merupakan warga Jawa Tengah menginginkan Ganjar Pranowo kembali menjadi Gubernur Jateng untuk periode 2018-2023. Sisanya, Qodari menyatakan responden yang tidak menginginkan Ganjar Pranowo kembali menjadi Gubernur Jateng sebanyak 18,5%. Sebanyak 14,3% responden menyatakan tidak tahu atau tidak menjawab.

Selain masalah pekerjaan, harga kebutuhan pokok dan kondisi infrastruktur, para responden juga menyatakan banyaknya warga miskin, pupuk yang sulit didapat dan mahal, mahalnya biaya pendidikan dan sebagainya merupakan masalah yang penting dan mendesak untuk segera ditangani di Jateng.

KLIK dan LIKE di sini untuk lebih banyak berita Semarang Raya

Tokopedia

Sumber : Bisnis