LSI Ungkap 13% Responden Yakin Ganjar Terlibat Korupsi E-KTP

Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo (kanan) seusai diperiksa KPK di Jakarta, Selasa (4/7 - 2017). (Antara/Hafidz Mubarak A.)
22 Juni 2018 11:50 WIB Alif Nazzala Rizqi Semarang Share :

Semarangpos.com, SEMARANG — Lingkaran Survei Indonesia (LSI) mengungkapkan sekitar 13% dari 35 juta penduduk di Jawa Tengah percaya bahwa calon gubernur Jateng Ganjar Pranowo terlibat dalam kasus korupsi kartu tanda penduduk elektronik (e-KTP).

Sunarto Ciptoharjono, Direktur LSKP LSI Denny JA, mengatakan soal kasus e-KTP, 74.5% masyarakat mengetahui kasus ini. Namun, hanya 13.9% yang percaya Ganjar Pranowo terlibat. Sementara itu, 38.1% tidak yakin Ganjar telibat. 

Hal tersebut merupakan hasil survei LSI terhadap 440 resonden, yang di-sampling mewakili masyarakat Jateng. "Sebanyak 13% responden percaya bahwa Ganjar terlibat dalam kasus korupsi KTP elektronik. Karena masyarakat saat ini cenderung lebih kritis dan paham mengenai permasalahan hukum yang melibatkan pemimpin daerah," ujar Sunarto, Kamis (21/6/2018).

Meskipun cukup banyak masyarakat Jateng yang percaya mengenai keterlibatan Ganjar Pranowo dalam kasus KTP elektronik, hal tidak mengurangi kepercayaan masyarakat dalam Pilgub Jateng 2018.

Menurut Sunarto, kasus e-KTP tidak akan berpengaruh signifikan dalam memecah suara masyarakat di Pilgub Jateng 2018. Sebab, kata dia, warga Jateng lebih banyak yang tidak peduli akan adanya kasus KTP elektronik tersebut.

"Meski ada 13% masyarakat Jateng yang mempercayai Ganjar terlibat kasus e KTP namun lebih dari 50% masyarakat tidak peduli adanya kasus itu," tegasnya.

Sementara itu, tingkat popularitas Ganjar Pranowo yang mencapai 96,6% dan Taj Yasin 56%. Sementara itu, Sudirman Said 63,9% dan Ida Fauziyah 49,8%. Sunarto menambahkan masyarakat juga puas dengan kinerja Ganjar yang mencapai 71,1% dan yang tidak puas hanya 21%.

Menurut Sunarto, keunggulan Ganjar juga dipengaruhi dukungan dari ormas-ormas Islam serta menguasai teritori pemilihan. "Di semua dapil, Ganjar-Yasin unggul, ini karena basis PDIP di Jawa Tengah. Meski begitu, ada juga daerah yang Sudirman-Ida menonjol, yakni di Brebes, Kabupaten Pekalongan, dan Kendal," ucapnya. 

Menurut Sunarto, hampir mustahil bagi Sudirman-Ida mengejar ketertinggalan dari Ganjar-Yasin. Alasannya, waktu pencoblosan kurang dari satu pekan lagi. Dia pun memprediksi bahwa masa tenang setelah kampanye pilkada atau Pilgub Jateng 2018 akan menjadi masa yang paling tenang.

KLIK dan LIKE di sini untuk lebih banyak berita Semarang Raya

Tokopedia

Sumber : Bisnis