Ganjar Pranowo Bantah Permalukan Sudirman Said Saat Debat

Pasangan Ganjar Pranowo-Taj Yasin dalam Debat Terbuka III Pilgub Jateng 2018 di Hotel Patra, Kota Semarang, Jateng, Kamis (21/6 - 2018) malam. (Instagram/@kpujateng)
22 Juni 2018 18:50 WIB Ginanjar Saputra Semarang Share :

Semarangpos.com, SEMARANG — Pada Debat Terbuka III Pilgub Jateng 2018 di Hotel Patra, Kota Semarang, Jateng, Kamis (21/6/2018) malam, Ganjar Pranowo sanggup menyanggah pernyataan Sudirman Said tentang proyek geotermal di kaki Gunung Slamet. Pada pernyataannya, Sudirman Said menyalahkan Ganjar Pranowo atas dampak negatif yang didapatkan masyarakat sekitar Gunung Slamet.

"Di kaki Gunung Slamet ada proyek geotermal, harusnya pemberi izin di daerah kota mamupon provinsi harus meyakinkan bahwa semua yang dikerjakan kontraktor itu dikerjakan dengan baik, tapi ternyata jalan lingkungan rusak, air rusak, pertanian terancam, dan sampai saat ini mereka berteriak tidak mendapatkan perhatian dari pemerintah kota maupun provinsi," ujar Sudirman Said.

Ganjar Pranowo yang menanggapi pernyataan itu kemudian dengan lantang menyatakan Sudirman Said juga terlibat dalam memberikan izin perpanjangan proyek geotermal di kaki Gunung Slamet saat masih menjabat sebagai menteri energi dan sumber daya mineral (ESDM). "Perpanjangan izin itu [proyek geotermal Gunung Slamet] diberikan oleh Pak Dirman Said waktu bapak jadi menteri, mudah-mudahan bapak tidak lupa," tutur Ganjar Pranowo.

Sanggahan Ganjar Pranowo pada Debat Terbuka III Pilgub Jateng sebagai rangkaian dari pilkada serentak 2018 itu kemudian ramai dibicarakan warganet di media sosial. Banyak yang menilai Ganjar Pranowo sukses membuat malu Sudirman Said.

Meski begitu, cagub yang didampingi cawagub Taj Yasin pada pilkada atau tepatnya Pilgub Jateng 2018 itu membantah jika dirinya memiliki niat untuk mempermalukan Sudirman Said. "Maaf, saya tidak ada maksud mempermalukan siapapun," ungkap Ganjar Pranowo melalui akun Twitternya, @ganjarpranowo, Jumat (22/6/2018).

Ganjar Pranowo menegaskan dirinya hanya menyajikan fakta dan data pada debat tersebut tanpa ada maksud lain. "Hanya kasih data dan fakta saja. Semoga menjelaskan. Satu yang penting, jujur dan bertanggung jawab," tandas politikus PDI Perjuangan tersebut.

KLIK dan LIKE di sini untuk lebih banyak berita Semarang Raya

Tokopedia