Sudirman Said Gadai Rumah Buat Danai Pilgub Jateng

Sudirman Said. (Instagram/pak.sudirman.said)
24 Juni 2018 22:50 WIB Imam Yuda Saputra Semarang Share :

Semarangpos.com, SEMARANG — Calon gubernur Jawa Tengah (Jateng), Sudirman Said, dikabarkan telah menggadaikan rumahnya untuk mendanai perjuangannya dalam kontestasi pemilihan kepala daerah (pilkada) atau tepatnya Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur (Pilgub) 2018.

Kabar itu disampaikan langsung Ketua Umum Partai Gerindra, Prabowo Subianto, saat menggelar acara halalbihalal di kompleks Pusat Rekreasi dan Promosi Pembangunan (PRPP) Jateng, Kota Semarang, Sabtu (23/6/2018).

"Saya yakin Pak Sudirman bukan maling [koruptor]. Kabarnya beliau bahkan telah menggadaikan rumah buat mendanai para saksi di TPS," ujar Prabowo dalam pidato di acara yang dihadiri ratusan kader Gerindra itu.

Kabar tentang Sudirman yang menggadaikan rumah untuk mendanai langkahnya bersaing di pilkada atau tepatnya Pilgub Jateng 2018 ini memang belum sepenuhnya benar.

Saat ditanya secara langsung oleh Prabowo dalam forum tersebut, mantan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) itu hanya tersenyum lebar.

Meski demikian, Prabowo menegaskan bahwa Sudirman, yang berpasangan dengan Ida Fauziyah di pilkada atau tepatnya Pilgub Jateng 2018 memang tidak memiliki dana yang berlimpah.

"Saya saja datang dan menemui langsung penyandang dana. Penyadang dana kita adalah rakyat," tutur mantan jenderal TNI bintang tiga itu.

Dalam laporan awal di Komisi Pemilihan Umum (KPU) Jateng, Februari lalu, Sudirman-Ida memiliki dana kampanye mencapai Rp550 juta. Jumlah itu lebih tinggi dibanding dana yang dilaporkan rivalnya, Ganjar Pranowo-Taj Yasin, sekitar Rp220 juta.

Kendati demikian, dana sebanyak itu belum seluruhnya. Dalam perjalanan menggalang dukungan suara di pilkada atau tepatnya Pilgub Jateng 2018, dana yang dihabiskan kedua paslon kemungkinan besar bertambah dari yang dilaporkan di awal.

Sementara itu, Sudirman mengaku optimistis bisa memenangi pilkada atau tepatnya Pilgub Jateng 2018. Keyakinan Sudirman tak terlepas dari banyaknya hoax yang menyerang jelang pemungutan suara pada Rabu (27/6/2018).

"Kemenangan sudah dekat dengan Sudirman-Ida dan rakyat Jateng. Buktinya, kami terus diserang black campaign dan fitnah," terang Sudirman.

Sudirman mengaku merindukan politik yang luhur untuk melayani seluruh rakyat, bukan sekadar berebut kekuasaan.

"Politik yang diperjuangkan para pahlawan adalah politik yang berakhlak. Bukan politik yang kotor. Mari kita meniru para pahlawan demi pengabdian untuk negeri," ujar Sudirman.

KLIK dan LIKE di sini untuk lebih banyak berita Semarang Raya

 

Tokopedia