Prabowo Prihatin Nama Bung Karno Kerap Dimanfaatkan Elite Parpol

Ketua Umum Partai Gerindra, Prabowo Subianto, saat melakukan orasi pada acara halalbihalal di Semarang, Sabtu (23/6/2018). (Istimewa - tim media Sudirman Said)
25 Juni 2018 08:50 WIB Imam Yuda Saputra Semarang Share :

Semarangpos.com, SEMARANG – Ketua Umum Partai Gerindra, Prabowo Subianto, merasa prihatin dengan banyaknya elite partai politik tertentu yang kerap memanfaatkan nama besar Presiden I RI, Soekarno, untuk meraih simpati masyarakat.

Hal itu disampaikan Prabowo dalam pidatonya saat acara halalbihalal bersama kader Partai Gerindra di Gedung Merapi, kompleks Pusat Rekreasi dan Promosi Pembangunan (PRPP) Jawa Tengah (Jateng), Kota Semarang, Sabtu (23/6/2018).

“Saya menjadi kasihan dengan Bung Karno [sapaan Soekarno]. Sebenarnya Bung Karno itu kan milik seluruh bangsa Indonesia, bukan hanya kelompok tertentu. Tapi, namanya sering diklaim menjadi ikon partai tertentu. Padahal, orang-orang yang ada di partai itu tidak paham tentang Bung Karno,” ujar Prabowo dalam orasinya.

Prabowo mengatakan Bung Karno merupakan sosok yang dikenal sebagai marhaen karena membela rakyat kecil. Namun, banyak politikus yang kerap menggunakan nama Bung Karno sering melupakan nasib rakyat kecil.

Prabowo mencontohkan bukti elite politik mengabaikan nasib rakyat kecil adalah dengan masih terjadinya kesenjangan ekonomi di Indonesia. Ia pun mengacu pada data Credit Suisse Global Wealth Report 2016 yang menyatakan bahwa 68% rakyat di Indonesia masih berada di bawah garis kemiskinan dan kekayaan Tanah Air hanya dikuasai 1% penduduk Indonesia atau sekitar 2,5 juta orang.

“Jangan Pancasila hanya dijadikan slogan, tapi tidak dijalankan. Bagaimana bisa adil jika kekayaan hanya dijadikan milik segelintir orang. Kenyataan saat ini bahwa sistem politik bangsa Indonesia sudah banyak kehilangan kekuatan,” terang mantan Pangkostrad itu.

Dalam kesempatan itu, Prabowo juga menyebutkan alasan mengatakan bahwa TNI lemah. Pernyataan Prabowo itu belakangan sempat menjadi viral karena dianggap menyebar kekhawatiran.

“Saya mengatakan TNI kita sekarang lemah karena saya mencintainya. Saya ingin TNI kuat. Tidak mungkin tentara kuat kalau enggak ada uang, bagaimana negara kuat kalau TNI lemah,” ujar Prabowo sambil menunjukkan pemberitaan di salah satu media online nasional yang menunjukkan pernyataan Menteri Pertahanan, Jendera TNI (Purn) Ryamizard Ryacudu, bahwa Indonesia hanya mampu bertahan tiga hari saat menghadapi perang.

Selain ratusan kader Partai Gerindra, acara halalbihalal itu juga turut dihadiri pasangan calon gubernur dan wakil gubernur dalam pilkada atau tepatnya Pilgub Jateng 2018, Sudirman Said-Ida Fauziyah.

Prabowo menginstruksikan kader Gerindra untuk berusaha memenangkan Sudirman-Ida saat pencoblosan pilkada atau Pilgub Jateng 2018, Rabu (27/6/2018) nanti. 

KLIK dan LIKE di sini untuk lebih banyak berita Semarang Raya