Seknas Jokowi Jateng Ajak Cegah Politik Uang saat Pilgub Jateng 2018

Pasangan Ganjar Pranowo-Taj Yasin (kiri) dan Sudirman Said-Ida Fauziyah (kanan) pada Debat Terbuka II Pilgub Jateng 2018 di Hotel Best Western, Sukoharjo, Jateng, Kamis (3/5 - 2018). (Instagram/@kpujateng)
25 Juni 2018 03:50 WIB Newswire Semarang Share :

Semarangpos.com, SEMARANG — Sekretariat Nasional Jaringan Organisasi dan Komunitas Warga Indonesia (Seknas Jokowi) Jawa Tengah mengajak masyarakat turut aktif dalam gerakan pencegahan praktik politik uang pada penyelenggaraan Pilgub Jateng 2018.

"Kami bersama Seknas Jokowi kabupaten/kota se-Jateng mengajak para sukarelawan dan seluruh warga Jateng untuk aktif memantau keberlangsungan pesta demokrasi Pilgub Jateng pada 27 Juni 2018," kata Sekjen Seknas Jokowi Jateng R.Y. Agung Setijono di Kota Semarang, Sabtu (23/6/2018).

Ia mengimbau masyarakat untuk segera melapor ke pihak berwenang jika mendapati berbagai praktik kejahatan politik tersebut dengan disertai bukti yang dibutuhkan, terlebih jika terdapat pelaku pembagian sejumlah uang dalam kepentingan pilkada atau Pilgub Jateng 2018. "Hanya empat hari lagi menuju 27 Juni 2018, jika terdapat pelaku, segera tangkap-rekam foto-video kejadian pembagian uang politik tersebut dan laporkan ke panwas atau polisi agar ditindaklanjuti," ujarnya.

Menurut dia, ada satu hal yang mesti diingat semua pihak, yakni selama 32 tahun rezim otoriter militeristik Orde Baru telah memproduksi tradisi politik uang dalam tiap penyelenggaraan pemilu. "Politik ketakutan, politik kecemasan, politik penyeragaman yang menjadi bingkai politik uang yang diproduksi negara selama tiga puluh dua tahun, meskipun rezim tersebut kini sudah tidak ada," katanya.

Saat ini, kata dia, sebagai warga negara harus menunjukkan harkat martabat daulat rakyat, apalagi politik uang dalam pemilu merupakan pelecehan martabat kedaulatan rakyat, bahkan merendahkan filosofi dasar dalam Pancasila. Ia berharap masyarakat tidak boleh lengah dan harus selalu waspada terhadap perilaku yang mencemari pesta demokrasi.

Iapun mengakui jika residu racun politik uang tersebut masih belum tuntas hilang dalam kehidupan berbangsa bernegara. "Kita sebagai bangsa dan sekaligus sebagai warga negara harus bersatu padu saling bergotong royong untuk mengikis tuntaskan politik uang dalam pemilu sebagai gerakan bersama," ujarnya.

Tentunya, lanjut Agung, gerakan mencegah menangkal perilaku pembagian politik uang dalam pemilu tersebut merupakan gerakan tanpa kekerasan dan harus tetap menjunjung tinggi penegakan secara konstitusional. "Mari kita merayakan Pilgub Jateng 27 Juni 2018 yang gayeng tanpa politik uang," katanya.

KLIK dan LIKE di sini untuk lebih banyak berita Semarang Raya

Sumber : Antara