37 ASN di Jateng Langgar Aturan Pilkada, 1 Dipecat

Ilustrasi netralitas PNS. (Solopos)
25 Juni 2018 19:50 WIB Imam Yuda Saputra Semarang Share :

Semarangpos.com, SEMARANG — Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Jawa Tengah (Jateng)  mencatat ada 37 pegawai negeri sipil (PNS) di Jateng yang diduga melakukan pelanggaran kode etik selama masa kampanye pilkada atau Pilgub Jateng 2018.

Dari 37 aparatur sipil negara (ASN) itu, satu orang di antaranya bahkan mendapat sanksi berupa surat pemberhentian sebagai PNS alias dipecat.

"ASN yang mendapat surat pemberhentian itu bekerja di Kecamatan Watumalang, Kabupaten Wonosobo. Ia dipecat karena terlibat dari struktur keanggotaan partai politik," ujar Divisi Penindakan dan Penyelesaian Sengketa Bawaslu Jateng, Sri Wahyu Ana Ningsih, saat dijumpai wartawan di Kantor Bawaslu Jateng, Kota Semarang, Senin (25/6/2018).

Perempuan yang akrab disapa Ana itu menambahkan selama masa kampanye pihaknya bekerja sama dengan Komisi ASN dalam melakukan penindakan terhadap PNS yang melanggar atau tidak mengusung sikap netral terhadap salah satu paslon di pilkada maupun Pilgub Jateng 2018.

"Paling banyak yang terlibat dugaan pelanggaran itu, seperti foto bersama salah satu paslon, ikut dalam kampanye paslon, dan lain-lain. Para ASN itu tersebar di berbagai daerah seperti Kabupaten Semarang, Bebes, Pekalongan, Magelang, dan Wonosobo.

Akan tetapi, Ana mengaku penindakan tak selalu mulus. Banyak penindakan terhadap ASN terganjal aturan di tiap pemangku daerah terutama jika kepala daerah kembali mencalonkan diri di bursa Pilkada serentak.

Tak hanya itu saja, katanya. Secara keseluruhan pihaknya mendapati jumlah pelanggaran dugaan pidana Pemilu mencapai 42 kasus. Kemudian dugaan pelanggaran administrasi pemilihan ada 179 kasus.

Untuk pelanggaran pidana Pemilu yang menggunakan fasilitas negara sebanyak 13 kasus, aksi money politic ada 11 kasus, bahkan ada tindakan mendukung salah satu paslon terdapat enam kasus.

"Sejumlah pelanggaran sudah diproses Gakumdu dan kepolisian. Kami mencatat jumlah ini sangat banyak ketimbang kondisi Pilkada sebelumnya," kata Anna.

KLIK dan LIKE di sini untuk lebih banyak berita Semarang Raya