Lawang Sewu Catatkan 11.000 Pengunjung/Hari saat Libur Lebaran 2018

Wisatawan antre di objek wisata Museum Lawang Sewu di Kota Semarang, Jateng. (Antara/Aditya Pradana Putra)
26 Juni 2018 09:50 WIB Newswire Semarang Share :

Semarangpos.com, SEMARANG — PT Kereta Api Indonesia (KAI) Daerah Operasi IV Semarang mencatat tingkat kunjungan ke Museum Lawang Sewu Semarang mencapai 11.000 wisatawan dalam sehari selama liburan Lebaran 2018.

"Puncaknya, tiga hari setelah Lebaran, yakni 17-19 Juni 2018. Jumlah pengunjung Museum Lawang Sewu bisa mencapai 10.000-11.000 orang/hari," kata Kepala Humas PT KAI Daops IV Semarang, Suprapto, di Kota Semarang, Jateng, Senin (25/6/2018).

Ia menyebutkan kunjungan wisatawan yang meningkat mulai terjadi persis pada hari kedua Idulfitri 1439 H, yakni pada 16 Juni 2018 yang mencatat kunjungan sebanyak 8.956 wisatawan dalam sehari. Untuk kunjungan rata-rata di museum yang dikelola PT KAI itu, kata dia, berkisar antara 400-600 orang/hari, tetapi pada libur panjang atau akhir pekan bisa mencapai 1.400-1.600 pengunjung.

"Sebenarnya, dari 9 Juni 2018 sudah terlihat kenaikan jumlah pengunjung, yakni 1.469 wisatawan, kemudian naik jadi 2.276 pengunjung pada hari berikutnya, hingga persis hari H atau Lebaran," katanya.

Sampai saat ini, kata dia, jumlah pengunjung Museum Lawang Sewu juga masih menunjukkan kenaikan terlihat dari data jumlah pengunjung per 24 Juni 2018 yang mencapai 6.728 wisatawan. "Mulai 20-24 Juni 2018, jumlah pengunjung Museum Lawang Sewu Semarang berkisar 6.000-8.000-an pengunjung. Untuk hari ini belum kami rekap karena nanti perekapan per pukul 21.30 WIB," ungkapnya.

Menurut dia, pihaknya terus melakukan pembenahan dan penambahan sarana prasarana untuk mendongkrak tingkat kunjungan, salah satunya dengan penambahan wahana baru, yakni hologram tiga dimensi (3D). "Wahana baru ini mulai kami operasikan saat libur Lebaran ini hingga seterusnya. Jadi, pengunjung Museum Lawang Sewu kini bisa menikmati banyak wahana di objek wisata bersejarah ini," katanya.

Sebagai tambahan hiburan, kata dia, sekarang ini setiap harinya digelar pertunjukan musik keroncong di Museum Lawang Sewu Semarang untuk menghibur wisatawan yang berkunjung. Bukan hanya itu, kata dia, pelayanan terhadap kaum difabel juga diperkuat dengan penambahan kursi roda bagi pengunjung, termasuk melengkapi obat-obatan pada Ruang Pertolongan Pertama Pada Kecelakaan (P3K).

"Kami juga sudah menerapkan sistem tiket elektronik. Ya, sebagai langkah modernisasi dengan sistem barcode yang dilengkapi deteksi valid tidaknya tiket, misalnya jika tiket sudah kedaluwarsa," kata Suprapto.

KLIK dan LIKE di sini untuk lebih banyak berita Semarang Raya

Sumber : Antara