Unggul Survei Belum Tentu Menang Pilkada 2018

Ketua Program Magister Ilmu Politik FISIP Universitas Diponegoro Semarang Teguh Yuwono. (Antara/Istimewa)
27 Juni 2018 11:50 WIB Newswire Semarang Share :

Semarangpos.com, SEMARANG — Peserta pemilihan umum kepala daerah (pilkada) yang unggul dalam hasil survei belum tentu memenangi Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Tengah (Pilgub Jateng) yang pemungutan suaranya dijadwalkan Rabu (27/6/2018).

Demikian diingatkan Ketua Program Magister Ilmu Politik Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Diponegoro Semarang Teguh Yuwono. Ia merespons hasil survei Lingkaran Survei Kebijakan Publik yang tergabung dalam Lingkaran Survei Indonesia Denny J.A. yang dipaparkan di Kota Semarang, Sabtu (23/6/2018) pagi.

Sebelumnya, Sunarto Ciptoharjono selaku direktur LSKP-LSI Denny J.A. menyampaikan hasil survei yang pelaksanaannya pada tanggal 7 sampai dengan 13 Juni 2018. Survei dengan menggunakan metode multistage random sampling itu menyebutkan elektabilitas pasangan Ganjar Pranowo dan Taj Yasin mengalami penaikan 3,7% menjadi 54% dari survei sebelumnya pada bulan April 2018.

Sementara itu, elektabilitas pasangan Sudirman Said dan Ida Fauziyah juga mengalami penaikan. Akan tetapi, hanya 2,5% atau menjadi total 13%. Hasil survei juga menyebutkan popularitas Ganjar Pranowo naik menjadi 96,6% dari data survei sebelumnya sebesar 89,5%, atau melampaui popularitas Sudirman Said yang masih di angka 63,9 persen.

Selain itu, kepuasan masyarakat terhadap kinerja Ganjar Pranowo sebagai Gubernur Jateng periode 2013-2018 juga mengalami penaikan menjadi 71%. Berdasarkan data survei sebelumnya, tingkat kepuasan publik terhadap Ganjar adalah 57,6%.

Teguh menegaskan bahwa semua bergantung kepada masyarakat yang menggunakan hak pilih di tempat pemungutan suara (TPS). "Petahana [incumbent] diuntungkan karena telah bekerja lima tahun dan lebih dikenal oleh publik," kata Teguh yang juga alumnus Flinders University Australia itu.

Ia mengemukakan bahwa melawan petahana kalau tidak luar biasa effort-nya akan mengalami kesulitan untuk mengalahkannya pada pemilihan umum kepala daerah yang dijadwalkan pemungutan suaranya, Rabu besok. "Ibarat tinju, penantang harus menang knockout. Jadi, kalau effort [upaya] penantang hanya biasa-biasa saja, ya, berat peluangnya," kata Teguh.

Pada kesempatan wawancara dengan Kantor Berita Antara, Teguh menegaskan kembali bahwa hasil survei itu merupakan penjajakan atau diagnosis, bisa tidak tepat.

KLIK dan LIKE di sini untuk lebih banyak berita Semarang Raya

Tokopedia

Sumber : Antara