Bawaslu Jateng Tengarai 10 Daerah Rawan Konflik

Petugas mengangkut kardus berisi surat suara. (Bisnis/Rachman)
27 Juni 2018 01:50 WIB Yustinus Andri DP Semarang Share :

Semarangpos.com, SEMARANG — Divisi Hukum dan Penindakan Pelanggaran Pemilu Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Jawa Tengah menengarai 10 daerah memiliki tempat pemungutan suara (TPS)  yang paling rawan konflik di Jateng.

Anggota Bawaslu Jateng yang membidangi divisi Hukum dan Penindakan Pelanggaran Pemilu Sri Wahyu Ananingsih menyebutkan ke-10 daerah tersebut adalah Kabupaten Banyumas, Kabupaten Brebes, Kabupaten Kebumen, Kabupaten Magelang, dan Kabupaten Cilacap. Selanjutnya, Kabupaten Tegal, Kabupaten Banjarnegara, Kabupaten Wonosobo, Kabupaten Purbalingga, dan Kabupaten Wonogiri.   

Tiga daerah dengan jumlah TPS rawan terbanyak adalah Kabupaten Banyumas dengan 2.799 TPS, Kabupaten Kebumen dengan 2.525 TPS, dan Kabupaten Cilacap dengan 2.258 TPS. “Pengawasan di daerah-daerah tersebut akan kami maksimalkan demi kelancaran pelaksanaan pilkada kali ini. Pengawasan akan banyak difokuskan kepada  sejumlah indikator yang membentuk tingkat kerawanan TPS,” kata Sri, Selasa (26/6/2018).

Indikator pembentuk tingkat kerawanan TPS, menurut Sri, adalah akurasi data pemilih, penyalahgunaan hak pilih atau hilangnya hak pilih, politik uang, netralitas kelompok penyelenggaran pemungutan suara (KPPS), kecurangan saat proses pemungutan suara, gesekan antarpendukung paslon dan pelanggaran kampanye di masa pemilihan. Jumlah TPS dalam Pilgub Jateng 2018 adalah 63.973 unit dengan total jumlah TPS dengan kerawanan tertinggi mencapai 37.716 unit.

KLIK dan LIKE di sini untuk lebih banyak berita Semarang Raya

Tokopedia

Sumber : Bisnis