Ganjar-Yasin Menang di Penjara Semarang

Penghitungan suara di TPS dalam LP Kedungpane Semarang, Rabu (27/6 - 2018). (Antara/I.C.Senjaya)
28 Juni 2018 01:50 WIB Newswire Semarang Share :

Semarangpos.com, SEMARANG — Pasangan calon gubernur dan calon wakil gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo dan Taj Yasin meraih suara terbanyak dalam perhitungan suara pilkada atau tepatnya Pilgub 2018 di tiga tempat pemungutan suara (TPS) dalam kompleks LP Kelas I Kedungpane Semarang. Pasangan ini juga menang di LP Kelas II A Wanita Bulu Semarang.

Dalam LP Kedungpane terdapat tiga TPS, masing-masing TPS 8, 9, dan 10. Di TPS 8, Ganjar-Yasin meraih 110 suara. Sedangkan pasangan calon gubernur dan calon wakil gubernur Sudirman Said-Ida Fauziyah hanya meraih 18 suara.

"Total 133 suara dari jumlah yang tercantum dalam DPT sebanyak 323 orang. Ada lima surat suara yang dinyatakan tidak sah," ungkap Ketua KPPS TPS 8 Nugroho.

Sementara itu, di TPS 9, Ganjar-Yasin meraih 48 suara, sedangkan Sudirman-Ida 7 suara. Jumlah pemilih yang terdaftar dalam DPT TPS 9 ini mencapai 173 orang.

Ketua KPPS TPS 9 Nasirul Hakim mengatakan lebih dari separuh penghuni LP yang terdaftar di tempat pemungutan suaranya tidak menggunakan hak pilih. Menurut dia, banyaknya penghuni LP Kedungpane yang tidak mencoblos karena sebagian besar yang terdata di TPS itu sudah bebas.

Sedangkan di TPS 10, pasangan Ganjar-Yasin meraih 94 suara, adapun Sudirman-Ida meraih 40 suara. Jumlah total pemilih yang terdaftar dalam DPT di TPS ini mencapai 225 orang.

Di LP Wanita Bulu, pasangan Ganjar Pranowo dan Taj Yasin lagi-lagi memenangi pilkada atau Pilgub Jateng 2018. Di TPS 06 yang berada dalam penjawa wanita itu, Ganjar dan Yasin meraih 36 suara, atau mengungguli pasangan Sudirman Said dan Ida Fauziyah yang meraih 22 suara.

Pada Pilgub Jateng di TPS 06, Kelurahan Pendrikan Kidul, Semarang Tengah, tercatat 11 surat suara tidak sah. Total pemilih di TPS 06 hingga pukul 13.00 sebanyak 69 pemilih yang terdiri atas 60 penghuni dan sembilan petugas lapas, termasuk Kalapas Asriati yang menggunakan formulir Model A.5-KWK (surat keterangan pindah memilih di TPS lain).

Ermin Srigiarsih, 60, salah seorang warga binaan yang berstatus tahanan dalam kasus penipuan karena terjerat Pasal 378 juncto Pasal 55 KUHP mengaku dirinya memiliki KTP elektronik. "Saya tidak bisa menggunakan hak pilih di TPS ini karena tidak bisa menunjukkan e-KTP saya. Kartu tanda penduduk saya masih di tangan polisi," kata Srigiarsih yang juga ketua RW 005, Kelurahan Lempongsari, Kecamatan Gajahmungkur, Kota Semarang itu.

KLIK dan LIKE di sini untuk lebih banyak berita Semarang Raya

Tokopedia

Sumber : Antara