Sudirman-Ida Legawa Kalah di Hitung Cepat, Tapi Saat Ini Masih Koma, Belum Titik

Cagub Jateng Sudirman Said memberikan keterangan pers bersama Ida Fauziyah dan tim pemenangannya. (Bisnis/Alif Nazzala Rizqi)
28 Juni 2018 11:50 WIB Alif Nazzala Rizqi Semarang Share :

Bisnis.com, SEMARANG - Calon gubernur nomor urut 2 dalam pilkada atau Pilgub Jateng 2018 Sudirman Said menyampaikan, telah berbesar hati atas kekalahannya dalam hasil hitung cepat oleh beberapa lembaga survei terkemuka seperti LSI dan Indo Barometer. Ia mengaku tidak kaget jika hasil survei yang ditayangkan beberapa media massa kebanyakan memenangkan calon petahana gubernur.

"Kami cukup mengapresiasi beberapa lembaga survei yang mengadakan hitung cepat. Karena elektabilitas Sudirman Said dan Ida Fauziyah melesat tajam di angka 40%," ujar Sudirman saat mengadakan konferensi pers, Rabu (27/6/2018).

Menurut Sudirman, yang paling penting adalah terus berdoa serta menunggu laporan dari sukarelawan apakah terjadi kecurangan atau tidak dalam proses Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur (Pilgub) Jateng dalam rangkaian pemilihan umum kepala daerah (pilkada) serentak 2018. Pasalnya, para sukarelawanlah yang bekerja dengan ikhlas memenangkan pasangan nomor urut 2 tersebut.

Dikatakan Sudirman, nanti setelah para sukarelawan mengumpulkan bukti adanya pelanggaran, tim advokasi Sudirman-Ida akan langsung melakukan tindakan berupa perlindungan hukum. "Ya kami sudah menyiapkan tim advokasi yang terdiri dari relawan sebanyak 1.000 pengacara tersebar di seluruh Indonesia. Hari ini, tim masih bergerak dan kita tunggu saja hasil nanti," katanya.

Sementara itu, calon wakil gubernur Jateng Ida Fauziyah mengapresiasi terhadap seluruh masyarakat Jateng yang sudah menggunakan hak pilih mereka. Ketika ditanya mengenai hasil hitung cepat, Ida juga mengaku tidak heran dengan hasil yang ada.

Menurut Ida, yang harus dipercaya adalah hasil nyata penghitungan secara manual (real count) oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) Jateng. Sebab, hasil hitung cepat seringkali meleset dari yang semestinya.

"Saya tidak heran dengan hasil hitung cepat yang memenangkan petahana. Ini baru pertengahan jalan semua masih koma belum titik. Yang jelas saya hanya percaya hasil dari KPU," katanya.

KLIK dan LIKE di sini untuk lebih banyak berita Semarang Raya

Sumber : Bisnis