Presdir PT RUM Sukoharjo Tak Penuhi Panggilan Sidang

Totok Dwi Diantoro (kiri) dari PKBH UGM Yogyakarta memberikan keterangan kepada wartawan soal sidang kasus aktivis lingkungan versus PT RUM Sukoharjo, Rabu (16/5 - 2018). (Solopos - Trianto Hery Suryono)
28 Juni 2018 20:50 WIB Imam Yuda Saputra Semarang Share :

Semarangpos.com, SEMARANG – Jaksa penuntut umum (JPU) dari Kejaksaan Negeri (Kejari) Sukoharjo kembali gagal menghadirkan Presiden Direktur (Presdir) PT Rayon Utama Makmur (RUM), Pramono, di Pengadilan Negeri (PN) Semarang, Kamis (28/6/2018).

Rencana Pramono dihadirkan ke persidangan sebagai saksi korban kasus dugaan pelanggaran UU ITE (Informasi dan Transaksi Elektronik) dengan terdakwa Bambang Hesti Wahyudi dan Danang Tri Widodo.

“Kami sudah menyampaikan undangan [panggilan] kepada yang bersangkutan [Pramono]. Kemungkinan dia bisa datang pada sidang selanjutnya, pekan depan [Selasa, 3 Juli],” ujar jaksa, Djoko Tri A., di depan majelis hakim yang diketuai C.H. Retno Damayanti, Kamis.

Menanggapi hal itu, salah seorang kuasa hukum terdakwa, Kamal Firdaus, tampak kecewa. Ia heran jaksa tampak kesulitan menghadirkan Presdir PT RUM Sukoharjo.

“Kenapa sangat sulit menghadirkan saksi, padahal itu merupakan permintaan majelis hakim,” ujarnya.

Pramono dihadirkan sebagai saksi atas permintaan terdakwa Bambang Hesti Wahyudi. Terdakwa bahkan sempat mengancam walk out (WO) dari persidangan seandainya saksi tidak bisa dihadirkan.

Ancaman itu dilakukan terdakwa karena berulangkali saksi tidak bisa memenuhi panggilan persidangan. Bahkan, karena tidak hadirnya saksi, sidang  sebelumnya yang digelar Selasa (26/6/2018) harus ditunda.

Namun, kali ini sidang kasus dugaan pelanggaran UU ITE PT RUM Sukoharjo itu tetap berlanjut. Terdakwa batal melakukan WO setelah mendengar saran hakim agar sidang lekas selesai. Sidang pun dilanjutkan dengan agenda mendengarkan pernyataan ahli UU ITE dari STIE Perbanas Surabaya, Dr. Roni S.Kom, M.Kom, M.H.

“Agar sidang tidak berlarut-larut, agenda dilanjutkan dulu. Kali ini dengan mendengarkan keterangan ahli. Kalau pekan depan, saksi yang diminta terdakwa tidak bisa hadir lagi, kita putuskan kesepakatan seperti apa nanti,” tutur ketua majelis hakim.

Bambang dan Danang dijerat UU No. 11/2008 jo UU No. 16/2016 tentang ITE dan dan UU No. 40/2008 tentang Penghapusan Diskriminasi. Keduanya dijerat dengan tiga pasal, yakni Pasal 27 ayat 3 UU ITE tentang Pencemaran Nama Baik, Pasal 28 ayat 2 tentang Kebencian di Muka Umum, dan Pasal 4 ayat 2 huruf b tentang Kebencian atau Ketidaksukaan terhadap Suku, Ras, dan Golongan. 

Baik Bambang maupun Danang didakwa melanggar UU ITE setelah turut mengomentari dan melakukan unggahan di jejaring media sosial (medsos) Facebook terkait ugaan pencemaran udara yang dilakukan PT RUM Sukoharjo.

KLIK dan LIKE di sini untuk lebih banyak berita Semarang Raya

 

Tokopedia