Gerindra: Hasil Quick Count Buktikan Jateng Bukan Lagi Kandang Banteng

Ketua DPD Partai Gerindra Jateng, Abdul Wachid (paling kanan), saat mendampingi pasangan Sudirman Said-Ida Fauziyah memberikan keterangan pers di Hotel Garsia, Kota Semarang, Rabu (27/6 - 2018) malam. (Semarangpos.com/Imam Yuda S.)
29 Juni 2018 07:50 WIB Imam Yuda Saputra Semarang Share :

Semarangpos.com, SEMARANG — Hasil penghitungan suara secara cepat atau quick count pada pemilihan umum kepala daerah (pilkada) atau tepatnya Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur (Pilgub) Jawa Tengah (Jateng) 2018 memang menempatkan pasangan Sudirman Said-Ida Fauziyah kalah dari pasangan Ganjar Pranowo-Taj Yasin.

Kendati demikian, Partai Gerindra selaku pengusung Sudirman-Ida mengaku tidak terlalu kecewa dengan hasil quick count yang digelar sejumlah lembaga survei itu.

Quick count pilkada atau tepatnya Pilgub Jateng 2018 yang dilakukan sejumlah lembaga survei setelah pemungutan suara, Rabu (27/6/2018), menempatkan pasangan yang diusung PDIP, PPP, dan Demokrat, Ganjar-Yasin, sebagai pemenang.

Saiful Munjani Research Center (SMRC) menempatkan Ganjar-Yasin unggul 58,58% dari Sudirman-Ida yang hanya meraih 41,42%. Sedangkan, quick count Litbang Kompas menempatkan Ganjar-Yasin dengan raihan 58,18%, unggul dari Sudirman-Ida yang mengoleksi 41,82%.

Sementara, quick count LSKP-LSI Denny JA juga menghasilkan kemenangan bagi pasangan yang diusung PDIP, PPP, dan Demokrat, Ganjar-Yasin, dengan raihan 58,79% atau unggul dari Sudirman-Ida yang hanya mendapatkan suara 41,21%.

"Kalau lihat hasil itu kan bisa dikatakan kalau Jateng bukan lagi 'kandang banteng' [basis PDIP]. Semula kami diprediksi hanya bisa meraih 0 koma persen suara. Tapi kenyataan, selisih enggak terlalu jauh," ujar Ketua DPD Partai Gerindra, Abdul Wachid, di Hotel Grasia, Rabu malam.

Anggota Komisi IV DPR itu mengaku belum bisa menjadikan hasil quick count sejumlah lembaga survei itu sebagai patokan. Pihaknya memiliki perhitungan internal yang hasilnya berbeda.

"Kalau perhitungan internal kami selisihnya cuma sekitar 8-9%. Tapi kami belum bisa umumkan karena belum selesai. Baru sekitar 70%," dalih ketua tim pemenangan Sudirman-Ida itu.

Selisih yang tipis itu, lanjut Wachid, membuktikan mesin partai pendukung Sudirman-Ida, yakni Gerindra, PKB, PAN, dan PKS, bekerja secara efektif. Padahal, Sudirman-Ida baru secara resmi diperkenalkan ke publik kurang dari enam bulan atau Februari lalu.

"Ini menjadi pertanda kalau Jateng bukan lagi lumbung suara PDIP. Ini membuat kami lebih bersemangat menghadapi Pileg maupun Pilpres 2019. Kami yakin Prabowo [Subianto] bisa memenangi Pilpres nanti," imbuh Wachid.

Tak hanya di Jateng, suara PDIP di beberapa daerah juga mengalami penurunan. Di Jawa Timur, Jawa Barat, dan Sumatra Utara, calon yang diusung partai berlambang banteng itu dalam pilkada juga menelan kekalahan.

"Tentunya itu menjadi kabar baik bagi kami. Kami jadi lebih semangat. Dulu di Jateng kami hanya mampu meraup 26% suara, ke depan tentu bisa lebih banyak," terang Wachid.

KLIK dan LIKE di sini untuk lebih banyak berita Semarang Raya

Tokopedia