Tol Pejagan-Pemalang dan Tol Solo-Sragen Diresmikan Juli 2018

Foto aerial simpang susun Adiwerna ruas Tol Pejagan-Pemalang di Tegal, Jawa Tengah, Jumat (18/5 - 2018). (Antara / Hafidz Mubarak A)
29 Juni 2018 05:50 WIB Newswire Semarang Share :

Semarangpos.com, JAKARTA — Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono menyatakan sembilan ruas jalan tol Trans Jawa akan diresmikan dan beroperasi secara bertahap mulai Juli hingga Desember 2018. Peresmian akan diawali dari jalan tol Pejagan-Pemalang dan jalan tol Solo-Sragen yang kini telah rampung dibangun.

"Jalan tol Pejagan-Pemalang sepanjang 43 km dan jalan tol Solo-Sragen sepanjang 36 km saat ini progresnya sudah 100% dan siap diresmikan bulan Juli 2018," ungkap Menteri Basuki dalam keterangan tertulis yang diterima Kantor Berita Antara di Jakarta, Rabu (27/6/2018).

Pada September 2018, ruas tol yang akan beroperasi adalah jalan tol Sragen-Ngawi (51 km) dengan progres fisik saat ini 96% dan jalan tol Porong-Gempol (6 km) dengan progres fisik saat ini 76%. Selanjutnya, pada Oktober 2018, akan beroperasi jalan tol Salatiga-Kartosuro (32 km) dengan progres fisik saat ini 70%.

Pada November 2018, akan beroperasi jalan tol Pemalang-Batang (33 km) dengan progres fisik saat ini 72%, dan jalan tol Batang-Semarang (74 km) dengan progres fisik saat ini 78%. Akhirnya, pada Desember 2018, akan beroperasi jalan tol Wilangan-Kertosono (37 km) dengan progres fisik saat ini 70% dan jalan tol Pasuruan-Grati-Probolinggo (44 km) dengan progres fisik saat ini 36%.

Kementerian PUPR berupaya menyelesaikan pembangunan jalan tol Trans Jawa dari Merak-Banyuwangi sepanjang 1.150 km pada akhir tahun 2019. Saat ini, sepanjang 920 km sudah tersambung dari Merak-Pasuruan, dengan 607 km di anataranya sudah operasional dan sisanya 313 km ditargetkan rampung akhir 2018.

Presiden Joko Widodo mengatakan pembangunan jalan tol harus terintegrasi dengan simpul-simpul pertumbuhan ekonomi, seperti kawasan industri, pelabuhan laut, pelabuhan udara, kawasan wisata, hingga permukiman skala besar. Dengan begitu, pembangunan jalan tol betul-betul bermanfaat maksimal, baik untuk dunia usaha, pariwisata maupun industri.

Jalan tol Trans Jawa dibutuhkan guna meningkatkan konektivitas di Pulau Jawa yang memiliki kontribusi lebih dari 50% bagi pertumbuhan ekonomi nasional, serta untuk menurunkan biaya logistik sehingga meningkatkan daya saing Indonesia sebagaimana Nawa Cita Pemerintahan Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Jusuf Kalla. Selain itu, ketersediaan jalan tol juga diarahkan untuk lebih mendorong perkembangan potensi ekonomi lokal di sepanjang koridor tol, salah satunya dengan menyediakan lot-lot bagi usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di tempat istirahat (rest area).

Pemerintah menggunakan skema kerja sama pemerintah dengan badan usaha (KPBU) baik dengan swasta maupun BUMN dalam pembangunan jalan tol yang membutuhkan investasi padat modal dan jangka panjang sehingga mengurangi beban belanja APBN. Untuk ruas tol yang layak secara ekonomi dan finansial akan dibiayai penuh dari investasi badan usaha.

Sementara itu, dukungan pemerintah diberikan pada ruas tol yang telah layak secara ekonomi namun secara finansial masih kurang. Menteri Basuki menyampaikan paling tidak ada empat manfaat dari KPBU. Pertama, adanya pembagian risiko (risk sharing) antara pemerintah dan swasta seperti pendanaan dan pengadaan lahan. Kedua, adanya transfer pengetahuan dan teknologi dari swasta kepada Pemerintah. Ketiga, target penyelesaian pekerjaan dengan KPBU tidak tergantung siklus anggaran apabila pembangunannya menggunakan dana APBN dan keberhasilan KPBU di suatu daerah menjadi contoh sukses bagi masuknya investasi swasta lainnya.

"Melalui skema KPBU, pemerintah bertujuan mengatasi ketimpangan pendanaan infrastruktur terutama jalan tol guna percepatan penyelesaiannya sehingga memberi manfaat yang nyata bagi negara," kata Basuki. Dengan demikian, simpulnya, dana APBN dapat difokuskan bagi pembangunan infrastruktur yang membutuhkan direct government investment.

KLIK dan LIKE di sini untuk lebih banyak berita Semarang Raya

Sumber : Antara