Andai Jateng Bukan Kandang Banteng, Ganjar Pranowo Akui Kalah

Ganjar Pranowo. (Bisnis/Rahmatullah)
29 Juni 2018 17:50 WIB Newswire Semarang Share :

Semarangpos.com, JAKARTA — Calon petahana gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo mengungkapkan ada dinamika menarik pada perhelatan Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur (Pilgub) Jawa Tengah dalam rangkaian pemilihan umum kepala daerah (pilkada) serentak 2018. Andaikan Jateng bukan basis PDI Perjuangan, maka mungkin saja ia kalah.

Pengakuan atas latar keunggulannya atas pasangan Sudirman Said dan Ida Fauziyah itu dikutip laman aneka berita Liputan6.com saat Ganjar Pranowo bertandang ke Kantor DPP PDIP, Menteng, Jakarta Pusat, Kamis (28/6/2018). Ditegaskannya, andaikata pertarungan tersebut berlangsung di luar Jawa Tengah, maka harus dikuinya ia bakal kalah.

"Kalau bukan kandang banteng mungkin pasti kalah. Jadi, menang satu sama menang terpaut tiga juta adalah menang. Persoalannya kenapa suaranya seperti itu, ada dinamika yang berkembang pada saat terjadinya pemilu," ucap Ganjar.

Ia lalu melontarkan pengakuan bahwa pasangan Sudirman-Ida melakukan taktik jitu menjelang pemungutan suara pilkada atau Pilgub Jateng 2018. "Jadi saya mengakui, strategi lawan bagus menjelang terakhir. Kita mengakui soal itu. Enggak tahu [stategi lawan apa], wong buktinya dia bisa curi beberapa suara kita, kan?" papar Ganjar Pranowo.

Kendati demikian, pembuktian Jateng sebagai kandang banteng akan dilihat pada hasil Pemilu 2019 nanti. Sebab, hasil akhir antara pilihan ekskutif dan legislatif adalah dua hal berbeda. "Kami menang di mana-mana DPRD-nya, tapi tidak menang di Pilkada-nya. Contoh saya di Kudus hari ini suaranya tertinggi 73%. Tapi calon kami di kabupaten kalah. Di Temanggung kami 60%, tapi calon kami kalah. Dari hasil survei sebelumnya sudah kelihatan kan bagaimana swing voters para pendukung partai-partai," tutur Ganjar.

Meski begitu, dia menilai dinamika pertarungan politik tersebut lumrah terjadi. Apakah nanti Jawa Tengah sebagai kandang banteng atau tidak, membuktikannya pada saat Pileg. "Karenanya itu betul-betul yang merepresentasikan kandang banteng. Dinamika biasa saja," kata dia.

KLIK dan LIKE di sini untuk lebih banyak berita Semarang Raya

Tokopedia

Sumber : Liputan6.com