Bawaslu Jateng Temukan Pelanggaran di 15 Daerah

Warga mengantre proses pemungutan suara. (Bisnis/Anggi Oktarinda)
29 Juni 2018 21:50 WIB Yustinus Andri DP Semarang Share :

Semarangpos.com, SEMARANG — Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) menyatakan bahwa dugaan pelanggaran ketentuan pemilu terjadi di setidaknya 15 kabupaten dan kota di Provinsi Jawa Tengah (Jateng).

Anggota Bawaslu Jateng yang membidangi Divisi Penindakan dan Penyelesaian Sengketa, Sri Wahyu Ana Ningsih, mengatakan pelanggaran tersebut terjadi selama masa tenang (24-26 Juni) maupun pada saat proses pencoblosan (27 Juni). “Untuk masa tenang, didominasi oleh pelanggaran klasik berupa money politics. Sebab, dugaan praktik kecurangan tersebut terjadi di cukup banyak daerah,” ujar Anna, Jumat (29/6/2018).

Berdasarkan data yang dihimpunnya, daerah yang ditemukan praktik politik uang tersebut adalah Kabupaten Wonogiri, Kabupaten Banyumas, Kabupaten Kudus, dan Kabupaten Temanggung. Di Kabupaten Banyumas, Bawaslu menemukan laporan bahwa terjadi politik uang di tujuh kecamatan dari total 27 kecamatan yang ada di kabupaten tersebut.

Sementara itu, kejadian luar biasa ditemukan di Kabupaten Temanggung saat proses pemilihan bupati. Di Temanggung praktik politik uang ditemukan di 14 kecamatan dari total 20 kecamatan yang ada di kabupaten tersebut.

“Karena praktik uang tersebut dilakukan di lebih dari 50% wilayah daerah itu, maka memenuhi unsur masif dalam tindak pidana pemilu. Apabila terbukti, maka calon kepala daerah yang tersangkut kasus itu, akan didiskualifikasi hasil raihannya apabila memenangkan pemilu,” lanjutnya

Selain money politics, dugaan pelanggaran yang ditemukan cukup beragam. Salah satunya berada di Kabupaten Purworejo di mana terdapat seorang ASN yang melakukan kampanye selama masa tenang.

Selanjutnya, di Kabupaten Tegal, salah satu pasangan calon enggan untuk menurunkan alat peraga kampanye selama masa tenang. Sementara itu, di Kabupaten Semarang, Bawaslu mendapatkan laporan bahwa terdapat salah satu anggota KPPS yang membagikan formulir C6 sembari menyebarkan kalender salah satu pasangan calon.

Anna melanjutkan untuk dugaan pelanggaran pada hari pemungutan suara masih didominasi oleh pelanggaran administrasi. Pelanggaran tersebut terjadi di Kabupaten Kendal, Kabupaten Magelang, dan Kabupaten Kudus.

KLIK dan LIKE di sini untuk lebih banyak berita Semarang Raya

Tokopedia

Sumber : Bisnis