Ratusan Warga Sunan Kuning Tak Nyoblos

Ilustrasi surat suara pemilihan umum. (Bisnis/Dwi Prasetya)
30 Juni 2018 04:50 WIB Newswire Semarang Share :

Semarangpos.com, SEMARANG — Lembaga Pemantau Pemilu Persatuan wartawan Indonesia Jawa Tengah menyesalkan ratusan warga binaan resosialisasi (Resos) Argorejo, eks lokalisasi Sunan Kuning, Kota Semarang, golput pada Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur (Pilgub) Jateng 2018, Rabu (27/6/2018).

"Mereka tidak menggunakan hak pilih karena mengalami kesulitan mendapatkan formulir Model A.5-KWK [surat keterangan pindah memilih di TPS lain]," kata Ketua LPP PWI Jateng Zainal Abidin Petir usai melakukan pemantauan Pilgub Jateng 2018 di sejumlah TPS, Rabu malam.

Petir melakukan pemantauan bersama Sekretaris PWI Provinsi Jateng Isdiyanto, Koordinator Divisi Pemantauan PWI Provinsi Jateng Haryanto, dan Koordinator Divisi Analisis D.Dj. Kliwantoro, serta Stefy Thenu selaku anggota.

Padahal, lanjut Petir, Ketua RW 004 Suwandi yang juga Ketua Resos Argorejo sudah berupaya agar mereka mencoblos di TPS 8 Kelurahan Kalibanteng Kulon, Kecamatan Semarang Barat. Namun, karena tidak masuk dalam daftar pemilih, maka mereka lebih memilih pulang kampung.

Menurut Suwandi kepada anggota LPP PWI Jateng, sebanyak 480 warga binaan Resos Argorejo sebelum bulan puasa pulang ke Wonosobo, Temanggung, Kendal, Blora, dan Jepara. "Hingga hari ini, baru sepertiga dari mereka kembali ke sini," kata Suwandi.

Menjawab kenapa mereka tidak mendatangi TPS dengan menujukkan KTP elektronik kepada petugas KPPS TPS 8, Suwandi mengatakan bahwa dirinya meragukan apakah mereka memiliki e-KTP. "Jika punya, kemungkinan besar mereka mencoblos di kampungnya," kata Suwandi.

Ia memperkirakan nama yang ada di dalam daftar pemilih tetap (DPT) di TPS 8 seharusnya 789 orang. Namun, karena mereka tidak terdaftar sebagai pemilih, DPT tercatat 309 orang.

Sementara itu, Ketua Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) pada TPS 8 Sutiyo membenarkan semula DPT sebanyak 309 orang. Namun, pada hari-H pencoblosan Pilgub Jateng berkurang menjadi 301 orang, antara lain, karena ada yang meninggal dunia.

KLIK dan LIKE di sini untuk lebih banyak berita Semarang Raya

Sumber : Antara