Atasi Rob, Pemkot Semarang Bangun 2 Polder di Kota Lama

Alat berat menggali permukan jalan di kawasan sarat bangunan cagar budaya, Kota Lama Semarang. (Antara/Aditya Pradana Putra)
01 Juli 2018 06:50 WIB Imam Yuda Saputra Semarang Share :

Semarangpos.com, SEMARANG – Pemerintah Kota (Pemkot) Semarang bakal membangun dua polder ukuran kecil di kawasan Kota Lama, tepatnya di bekas Taman Bubakan dan sekitar Jembatan Berok. Dua polder mini itu dibangun sebagai upaya Pemkot Semarang menanggulangi banjir dan rob di kawasan Kota Lama.

Dilansir laman Internet resmi Pemkot Semarang, selain untuk mengatasi banjir, polder tersebut juga berfungsi sebagai ruang terbuka hijau.

Wakil Wali (Wawali) Kota Semarang, Hevearita Gunaryanti Rahayu, mengatakan pembangunan dua polder mini itu saat ini masih dalam tahap revisi karena adanya perubahan konsep desain. Pada desain sebelumnya, Taman Bubakan diubah menjadi polder sebagai penampungan air di sekitar Bubakan yang dialirkan ke Sungai Semarang.

Di atas polder, didesain sebuah ruang terbuka berbentuk landmark yang bisa dimanfaatkan warga untuk beraktivitas. Desain landmark pada konsep awal ini tidak menampakkan adanya polder yang ada di bawahnya.

“Ini sedang direvisi untuk mendapatkan desain yang lebih bagus dan menarik. Karena dari Menteri PUPR menghendaki nantinya harus bagus dan berbeda dengan yang ada saat ini,” ujar Wawali Semarang yang akrab disapa Mbak Ita dikutip dari laman Internet resmi Pemkot Semarang, Sabtu (29/6/2018).

Pembangunan polder di Bubakan, lanjut Ita, sudah berjalan sekitar 15%. Pembangunan saat ini tengah memasuki proses pemasangan tiang pancang sebagai penguat bagian bawah landmark taman dan polder, di 20 titik dari total kebutuhan 220 tiang pancang.

Pembangunan polder ini diharapkan menjadi solusi persoalan rob yang kerap kali menghantui warga. Rob atau limpasan air memang kerap melanda kawasan Kota Lama, terutama saat musim penghujan.

KLIK dan LIKE di sini untuk lebih banyak berita Semarang Raya