Gubernur Ajak Guru Tentukan Kebijakan Pendidikan Jateng

Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo. (Antara/Wibowo Armando)
02 Juli 2018 08:50 WIB Imam Yuda Saputra Semarang Share :

Semarangpos.com, SEMARANG – Gubernur Jawa Tengah (Jateng), Ganjar Pranowo, mengajak para guru, baik yang tergabung dalam Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) maupun Persatuan Guru Swasta Indonesia (PGSI) untuk memberi masukan pemerintah dalam merumuskan dan menyusun politik pendidikan di Jateng.

 “Apakah mau berkonsentrasi ke infrastruktur terus? Tidak, infrastruktur mungkin sudah membaik, kita akan mulai kurangi sedikit. Saya mau berkonsentrasi di pendidikan. Saya butuh review dari bapak ibu semua, bagaimana mengelola pendidikan dalam lingkup jawa tengah,” kata Ganjar saat menghadiri acara Halalbihalal Keluarga Besar PGRI Jateng di Balairung Universitas PGRI Semarang (Upgris), seperti dilansir laman Internet Pemprov Jateng, Sabtu (30/6/2018).

Politik pendidikan, lanjut Ganjar, akan memuat kebijakan-kebijakan yang berkaitan dengan kewenangan secara otonom setiap sekolah, seperti nasib guru, baik PNS maupun honorer, hingga kebijakan anggaran.

Menurut Ganjar, dalam sistem demokrasi, partisipasi masyarakat sangat diperlukan karena pemerintah dan masyarakat memiliki ide dan gagasan yang berbeda. Jika itu disalurkan menjadi satu, akan bisa mencari jalan keluar bersama dalam menghadapi isu dan meminimalisasi masalah pendidikan di Jateng.

“Kalau (kebijakan yang dibuat) benar, setidaknya itu tanggung jawab yang kita berikan kepada bangsa dan negara karena kita berkontribusi. Tapi kalau salah, agar kita tidak saling menyalahkan karena itu ikhtiar kita bersama,” ujarnya.

Ganjar mengungkapkan rumusan pendidikan di Jateng ke depan harus lebih inklusif, melibatkan semua pihak, merata dan berkualitas. Dengan begitu akan mampu menyiapkan anak-anak didik menjadi individu yang mandiri, memiliki daya saing dan juang yang tinggi, serta memiliki jiwa entrepreneurship hingga mampu membuka lapangan kerja sendiri. 

KLIK dan LIKE di sini untuk lebih banyak berita Semarang Raya

Tokopedia