Pilkada Jateng Aman, Bisnis Properti Stabil

Pekerja mengerjakan pembangunan salah satu perumahan mewah di Ungaran, Kabupaten Semarang, Jateng. (Antara/Aditya Pradana Putra)
02 Juli 2018 06:50 WIB Anitana Widya Puspa Semarang Share :

Semarangpos.com, JAKARTA – Langkah aktif pemerintah daerah dalam menjaga gairah industri properti menjadi salah satu faktor yang membuat kepercayaan pelaku industri properti tetap tinggi, seperti yang terjadi di Jawa Tengah meskipun baru saja ada pemungutan suara pilkada serentak pada 27 Juni 2018 lalu.

Ketua DPD Real Estate Indonesia (REI) Jawa Tengah, Prijanto, menjelaskan di provinsi ini, calon pembeli rumah tidak terpengaruh. Politik dan properti di Jateng justru seperti terpisahkan.

“Kondisi pilkada kemarin rapi dan kondusif, begitu juga dengan media sosial, sehingga tidak memberi pengaruh terhadap properti baik pasar bawah sampai atas,” ujarnya, Minggu (1/7/2018).

Dia menambahkan, menjelang pilpres, pemda justru mendukung atau memberi kemudahan bagi masyarakat untuk bisa memiliki rumah sehingga kondisi pasar properti meningkat, baik dari sisi undang-undang, keuangan, dan lain-lain. Mendekati pilpres, makin terlihat peluang bagi masyarakat membeli rumah.

Prijanto mengemukakan terlepas dari kondisi eksternal pasar properti, masih banyak kebutuhan rumah untuk tempat tinggal yang belum terpenuhi. Hal ini mengakibatkan permintaan bersifat inelastis karena kebutuhan tetap tinggi.

Hal lain yang menjaga minat pasar terhadap properti adalah pembangunan infrastruktur yang masif. Jawa Tengah, misalnya, tengah bergairah akibat dibangunnya jalan tol Semarang-Solo.

Berdasarkan data Rumah.com, property index juga menunjukkan bahwa bertentangan dengan tren nasional, tren harga properti di Jawa Tengah pada kuartal I/2018 justru meningkat 0,6% dibandingkan dengan kuartal sebelumnya.

Menjelang Pilkada 2018, penurunan property index terjadi pada kuartal pertama 2018. DKI Jakarta turun 0,39% (quarter-on-quarter), sedangkan Banten turun 1,8%. Namun hal ini diyakini bukan akibat pilkada, melainkan siklus tahunan.

Country Manager Rumah.com, Marine Novita, mengatakan secara nasional, tren harga properti di awal tahun mengalami penurunan sebesar 0,85% pada kuartal I/2018 terhadap kuartal IV/2017. Namun, penurunan ini lebih terkait dengan siklus tahunan, yakni Idulfitri.

Pada masa libur Idulfitri, masyarakat sedang fokus pada pengeluaran untuk menyambut hari raya. Novita berharap peningkatan masih terjadi pada kuartal II/2018.

Optimisme senada juga disuarakan oleh Ie Rina, General Manager Marketing Taruma City, properti yang dikembangkan oleh Agung Podomoro Land (APL) di Karawang, Jawa Barat. Sebelumnya, Rina juga menangani empat proyek APL di Jakarta dalam 16 tahun terakhir.

“Margin investasi masih besar, jadi ini menutup rasa khawatir para investor pada tahun-tahun politik ini,” kata Rina.

Di sisi lain, pengamat bisnis properti, Panangian Simanungkalit, menuturkan setelah Pilkada serentak berjalan aman dan pasar bergerak positif, kini pasar tinggal menunggu bagaimana Pemilu 2019 berlangsung.

Pada 2018-2019 merupakan tahun politik nasional. Pemilihan umum kepala daerah (pilkada) telah digelar dan tahun depan Indonesia akan memilih pemimpin baru. Pesta demokrasi diyakini berpengaruh terhadap aktivitas ekonomi dan properti nasional.

Menjelang pilkada digelar, aktivitas politik yang kian intensif dan menghangat dikhawatirkan dapat memengaruhi iklim investasi dan produksi di Indonesia, termasuk di sektor properti. Namun, masih berrdasarkan data Rumah.com Property Index, mengungkapkan tidak ada gejolak tren harga properti menjelang pilkada. Terutama jika berkacapada dampak Pilkada Banten 2017 dan Pilkada DKI Jakarta 2017 yang sempat memanas.

Berdasarkan data itu, tren harga properti DKI Jakarta menunjukkan peningkatan 2,1% dari kuartal IV/2016 (sebelum Pilkada) ke kuartal I/2017 (periode pilkada). Sementara itu, pada kuartal II/ 2017 naik 3,3% dibandingkan dengan kuartal I/2017.

Tren yang sama juga terlihat pada tren harga properti di Banten. Peningkatan 0,4% terjadi pada kuartal I/2017 dibandingkan dengan kuartal IV/2016. Sementara pada kuartal II/2017 terjadi peningkatan 1,3% dibandingkan dengan kuartal I/2017.

KLIK dan LIKE di sini untuk lebih banyak berita Semarang Raya

Tokopedia

Sumber : Bisnis