Bupati Nonaktif Kebumen Didakwa Terima Suap Rp12 M

ilustrasi korupsi. (Solopos/Whisnu Paksa)
02 Juli 2018 16:50 WIB Imam Yuda Saputra Semarang Share :

Semarangpos.com, SEMARANG – Bupati nonaktif Kebumen, Mohammad Yahya Fuad, didakwa menerima suap dan gratifikasi Rp12 miliar.

Dakwaan itu dibacakan Jaksa Penuntut Umum (JPU) dari Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Fitroh Rocahyanto, dalam sidang yang berlangsung di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi  (Tipikor), Kota Semarang, Jawa Tengah (Jateng), Senin (2/7/2018).

Fitroh mengungkapkan uang suap itu dikelola Yahya Fuad secara profesional melalui perusahaan, PT Putera Ramadhan (Tradha). Suap Rp12 miliar itu sebagai imbalan atau fee dari para kontraktor proyek yang didanai APBD Kebumen selama kurun 2016.

"Uang suap itu diberikan agar para kontraktor memperoleh pekerjaan dari Dana Alokasi Khusus (DAK) APBD Kebumen 2016," kata Fitroh dalam sidang tersebut.

Dalam sidang yang dipimpin hakim Antonius Widjajantono itu, jaksa juga mengungkapkan awal mula suap diterima Fuad Yahya. Suap kali pertama diterima tim sukses Fuad Yahya, Hojin Anshori, saat awal terpilih sebagai kepala daerah Kebumen.

"[Nilai] suap [pertama] Rp1 miliar yang diberikan seseorang kepada Hojin Anshori di Hotel Gumaya, Semarang," ungkap Fitroh.

Fitroh juga menyebutkan bahwa dalam kurun waktu 2016-2017, perusahaan yang dikendalikan bupati non-aktif Kebumen itu mengikuti sejumlah lelang yang digelar Pemkab Semarang. Total proyek yang dimenangkan nilai pekerjaan mencapai Rp51 miliar. Dari nilai proyek Rp51 miliar itu, Fuad Yahya diduga menerima uang fee atau pelicin sekitar Rp7%.

Dalam sidang itu, jaksa juga menyebut jika pengusaha lain yang memperoleh bagian dalam proyek itu, ialah Khayub Muhammad Lutfi, yang menjadi pesaing Yahya Fuad dalam pilkada atau Pilbup Kebumen 2015.

Khayub kini juga telah ditetapkan tersangka oleh KPK dan disidang secara terpisah. Khayub juga diketahui memberikan fee Rp5,9 miliar kepada terdakwa serta tim suksesnya.

"Sedangkan suap kepada mantan Sekretaris Daerah Kebumen, Adi Pandoyo, diserahkan kepada seseorang di Semarang sebesar Rp2 miliar, " jelas jaksa.

Atas tuduhan itu, Bupati nonaktif Kebumen pun didakwa melakukan suap dan gratifikasi sesuai Pasal 12 huruf a dan Pasal 11 UU No. 31 Tahun 1999 tentang Suap sebagaimana diubah dan ditambah dengan UU No. 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.

KLIK dan LIKE di sini untuk lebih banyak berita Semarang Raya

Tokopedia