Pemilihan Rektor Unnes Diguncang Isu Plagiat

Rektor Unnes Prof. Fathur Rokhman. (Youtube.com)
03 Juli 2018 05:50 WIB Imam Yuda Saputra Semarang Share :

Semarangpos.com, SEMARANG – Isu plagiarisme mewarnai ajang Pemilihan Rektor Universitas Negeri Semarang (Unnes) Periode 2018-2022 yang mulai berlangsung Selasa (3/7/2018). Salah satu calon yang juga menjabat sebagai rektor petahana Unnes, Prof. Fathur Rokhman, dituduh melakukan plagiat.

“Saya tidak mau menyebutkan isu [dugaan plagiat yang dilakukan rektor Unnes] itu berhubungan dengan pemilihan. Tapi, seakan-akan seperti itu. Pemilihannya tanggal 3 Juli, beritanya keluar tanggal 1 Juli,” ujar Kepala UPT Humas Unnes, Hendi Pratama, saat sesi jumpa pers di kampus Unnes, Gunungpati, Semarang, Senin (2/7/2018).

Isu plagiat yang dilakukan Fathur Rokhman kali pertama dihembuskan sesama guru besar Unnes, Prof. Saratri Wilonoyudho, melalui akun Facebook pribadinya. Aksi guru besar Fakultas Teknik Sipil Unnes itu bahkan sudah menyeretnya ke sidang Majelis Profesor di gedung H lantai keempat Kampus Unnes, Kamis (7/6/2018).

Dalam sidang itu, Saratri menunjukan sebuah artikel ilmiah berjudul Kode Bahasa dalam Interaksi Sosial Santri: Kajian Sosiolinguistik di Pesantren Banyumas karya Rektor Unnes, Prof Fathur Rokhman, yang diterbitkan Jurnal Penelitian Bahasa, Sastra dan Pengajaran (Litera) Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) Volume 3 Nomor 1 Tahun 2004.

Artikel karya rektor Unnes itu diduga menjiplak karya milik Anif Rida dengan judul Pemakaian Kode Bahasa dalam Interaksi Sosial Santri dan Implikasinya bagi Rekayasa Bahasa Indonesia: Kajian Sosiolinguistik di Pesantren Banyumas, yang terbit dalam prasidang Konferensi Linguistik Tahunan Atma Jaya (Kolita) Universitas Katolik Atma Jaya Jakarta tahun 2003.

“Sampai saat ini belum ada investigasi dari kementerian maupun dirjen [Kemenristekdikti] terkait isu plagiarisme itu. Unnes siap seandainya ada pemeriksaan terkait hal tersebut,” ujar Hendi.

Hendi menilai isu plagiat sengaja dihembusan jelang Pemilihan Rektor Unnes Periode 2018-2022. Hal itu dikarenakan salah satu syarat menjadi rektor Unnes  adalah belum pernah melakukan plagiat.

Pemilihan Rektor Unnes Periode 2018-2022 akan dilakukan dalam dua putaran. Tahap pertama akan digelar Rabu nanti dengan memilih tiga dari lima kandidat yang telah melakukan pendaftaran. Kelima kandidat itu, yakni Dr. Achmad Rifai R.C, M.Pd; Dr. Eko Handoyo, M.Si, Dr. Martitah, M.Hum; Dr. Wirawan Sumbodo, M.T; dan Prof. Dr. Fathur Rokhman, M.Hum.

“Sementara untuk tahap kedua akan digelar pertengahan Agustus nanti. Tahap kedua itu, pemilihan final yang akan menentukan calon terpilih dari tiga kandidat yang lolos  pada putaran pertama,” tutur Hendi. 

KLIK dan LIKE di sini untuk lebih banyak berita Semarang Raya

Tokopedia