Dugaan Plagiarisme Rektor Unnes, Telusuri Saja Alamat Laman Ini…

Rektorat di kampus Universitas Negeri Semarang (Unnes), Gunungpati, Semarang. (Facebook.com)
03 Juli 2018 09:50 WIB Newswire Semarang Share :

Semarangpos.com, SEMARANG — Rektor Universitas Negeri Semarang (Unnes) Fathur Rokhman diduga melakukan plagiarisme atas hasil penelitian yang produk ilmiahnya sama persis dengan karya skripsi bekas mahasiswa perguruan tinggi itu.

Berdasarkan penelusuran Kantor Berita Antara, Senin (2/7/2018), hasil penelitian Fathur Rokhman yang berjudul Kode Bahasa dalam Interaksi Sosial Santri: Kajian Sosiolinguistik di Pesantren Banyumas itu diduga sama persis dengan hasil skripsi mahasiswa bernama Anif Rida. Kesamaan tersebut diperoleh dari hasil penelusuran di dua laman perpustakaan digital Universitas Atma Jaya dan jurnal ilmiah terakreditasi nasional Litera Universitas Negeri Yogyakarta.

Penelitian Anif yang berjudul Pemakaian Kode Bahasa dalam Interaksi Sosial Santri dan Implikasinya Bagi Rekayasa Bahasa Indonesia: Kajian Sosiolinguistik di Pesantren Banyumas dipublikasikan saat Konferensi Linguistik Tahunan Atma Jaya pada Februari 2003. Karya tulis hasil penelitian itu bisa ditemukan pada alamat laman https://lib.atmajaya.ac.id/default.aspx- tabID=61&src=a&id=8827.

Sementara itu, penelitian karya tulis Fathur Rokhman dipublikasikan oleh laman Jurnal Penelitian Bahasa, Sastra, dan Pengajarannya UNY pada tahun 2004. Penelitian tersebut dapat ditelusuri melalui alamat laman https://journal.uny.ac.id/index.php/litera/article/view/6772.

Isi hingga hasil dari kedua penelitian tersebut sama persis, termasuk data-data pendukungnya. Rektor Unnes Fathur Rokhman tidak bersedia memberikan penjelasan tatkala dimintai konfirmasi Antara.

Sebagai gantinya, ia meminta permasalahan tersebut dimintakan konfirmasikan kepada Bagian Humas Unnes. Sementara itu, Kepala UPT Humas Unnes Hendi Pratama menyatakan belum ada pengaduan resmi masyarakat berkaitan dengan masalah tersebut.

"Kalau memang terjadi hal semacam itu seharusnya sudah ada penyelidikan dari kementerian," katanya.

Ia menyebut tidak ada tim dari Kementerian Riset Dikti yang datang ke kampus Unnes di Semarang untuk melakukan investigasi. Selain itu, ia menilai kesamaan pada dua artikel tidak bisa langsung disebut sebagai plagiarisme. "Perlu penyelidikan resmi dan itu biasanya butuh waktu lama," katanya.

kampus di Semarang, Universitas Negeri Semarang, Unnes, Rektor Unnes, Fathur Rokhman, plagiarisme Rektor Unnes

KLIK dan LIKE di sini untuk lebih banyak berita Semarang Raya

Tokopedia

Sumber : Antara