Komite Etik Unnes Diingatkan Tak Tebang Pilih

Saratri Wilonoyodho dan Fathur Rokhman. (Unnes.ac.id)
03 Juli 2018 22:50 WIB Newswire Semarang Share :

Semarangpos.com, SEMARANG — Guru besar Kependudukan dan Lingkungan Universitas Negeri Semarang (Unnes) Prof. Saratri Wilonoyodho mengingatkan adanya pernyataan di atas materai oleh peserta pemilihan rektor perguruan tinggi itu yang berisi pengakuan tidak pernah melakukan plagiarisme penelitian.

"Di klausul nomor 15 tata cara pemilihan rektor sudah dijelaskan tentang penyataan itu," kata Saratri di Kota Semarang, Jawa Tengah, Selasa (3/7/2018).

Sebelumnya, Rektor Unnes Fathur Rokhman diduga melakukan plagiarisme penelitian yang karyanya sama persis dengan skripsi salah seorang mahasiswa perguruan tinggi itu. Saat ini, Fathur Rokhman kembali mencalonkan diri sebagai rektor perguruan tinggi itu untuk periode 2018-2022.

Menurut Saratri, surat pernyataan bermaterai tersebut berimplikasi hukum. "Ada ancaman pidana kalau yang disampaikan dalam surat pernyataan itu tidak benar," katanya.

Oleh karena itu, kata dia, Komite Etik Unnes yang beranggotakan para profesor harus tegas dan tidak tebang pilih dalam menyelesaikan persoalan ini. "Kalau saya dipanggil, maka kasus berkaitan dugaan plagiarisme oleh rektor juga diproses agar jelas," katanya.

Menurut dia, Fathur Rokhman juga harus dimintai keterangannya karena tuduhan yang dialamatkan itu juga belum tentu benar. "Kalau memang bersalah ya harus dijatuhi sanksi, tapi kalau ternyata tidak bersalah juga harus disampaikan ke masyarakat," katanya.

Fathur yang dimintai tanggapan atas tuduhan plagiarisme memilih tutup mulut.

KLIK dan LIKE di sini untuk lebih banyak berita Semarang Raya

Sumber : Antara