Senat Unnes Abaikan Tuduhan Plagiat, Ingin Fathur Rokhman Jadi Rektor Lagi

Rektor Unnes, Fathur Rokhman. (Youtube.com)
04 Juli 2018 04:50 WIB Imam Yuda Saputra Semarang Share :

Semarangpos.com, SEMARANG – Senat Universitas Negeri Semarang (Unnes) mengabaikan tuduhan tak sedap atas skandal plagiarisme yang melibatkan rektor mereka, Prof. Fathur Rokhman. Tanpa terlebih dulu mencoba melakukan klarifikasi, mereka melanjutkan proses pemilihan rektor periode 2018-2022 lalu beramai-ramai kembali memberikan suara baginya.

Alhasil, calon petahana rektor Universitas Negeri Semarang (Unnes), Prof. Fathur Rokhman, dipastikan kembali maju dalam Pemilihan Rektor Unnes Periode 2018-2022 pada Agustus 2018 mendatang. Guru Besar Sosiolinguistik yang tengah diguncang isu plagiarisme itu dipastikan maju dalam Pemilihan Rektor Unnes Periode 2018-2022 setelah dalam penyaringan calon rektor yang digelar dalam Rapat Senat Unnes di Gedung Auditorium Kampus Unnes, Sekaran, Gunungpati, Selasa (3/7/2018), meraih kemenangan mutlak atas lawan-lawannya.

Dalam penyaringan calon rektor yang diikuti 65 anggota Senat Unnes itu, Fathur Rokhman meraih suara mutlak. Sebanyak 61 anggota Senat Unnes menginginkan Fathur kembali menjabat sebagai rektor.

Sementara itu, empat pesaing Fathur Rokman, antara lain Achmad Rifai R.C. hanya meraih dua suara, Martitah juga meraih dua suara. Sedangkan, Wirawan Sumbodo, dan Eko Handoyo tidak meraih satu pun suara.

“Dengan demikian Prof. Fathur serta Dr. Martitah dan Dr. Achmad Rifai berhak maju dalam Pemilihan Rektor Unnes Periode 2018-2022 yang babak akhirnya digelar nanti menunggu kesedian Pak Menteri [Menristekdikti, Mohammad Nasir]. Sedangkan untuk dua orang lainnya dinyatakan gugur,” ujar Kepala UPT Humas Unnes, Hendi Pratama, saat dihubungi Semarangpos.com, Selasa petang.

Dalam penyaringan kandidat rektor itu yang dikemas dalam Rapat Pleno Senat Unnes itu, setiap calon diminta untuk memaparkan visi dan misi sebagai Rektor Unnes. Setiap kandidat diberi waktu sekitar 20 menit untuk memberikan paparan. “Setelah pemaparan, setiap calon diberi waktu 10 menit untuk menjawab pertanyaan dari para anggota Senat Unnes. Setelah pemaparan dan sesi tanya jawab, rapat dilanjutkan dengan pemungutan suara,” ujar Hendi.

Rapat Senat Unnes yang digelar untuk menjaring calon rektor itu dipimpin langsung oleh Ketua Senat Unnes, Prof. Soesanto dan Sekretaris Senat Unnes, Parmin. 

KLIK dan LIKE di sini untuk lebih banyak berita Semarang Raya