Hadapi Kemarau 2018, Jateng Anggarkan Biaya Penanggulangan Kekeringan Rp40 M

Kekeringan dampak musim kemarau. (Antara/Aditya Pradana Putra)
04 Juli 2018 06:50 WIB Alif Nazzala Rizqi Semarang Share :

Semarangpos.com, SEMARANG — Pemerintah Provinsi Jawa Tengah menyiapkan anggaran Rp40 miliar untuk menanggulangi masalah kekeringan pada musim kemarau 2018. Persiapan dana ini dilakukan seiring semakin jaranya turun hujan dalam beberapa bulan terakhir.

Gubernur Jateng Ganjar Pranowo menyatakan alokasi dana tersebut untuk menanggulangi potensi bencana kekeringan di sejumlah daerah. Diakuinya, dana sebanyak itu kini sudah terserap sebesar 30%.

"Rekan-rekan BPBD sudah rapat untuk menyiapkan hal tersebut. Kita sudah ada dana sampai Rp40 Miliar dan terserap 30%. Yang sudah siap Rp600 juta. Nantinya truk-truk tangki akan didistribusikan ke kabupaten terdekat," kata Ganjar di Kantor BPBD Jateng, Kota Semarang, Selasa (3/7/2018).

Dikatakan Ganjar, ada 2.000 tangki air bersih yang siap dikirim ke sejumlah daerah rawan kekeringan. Sedangkan, menurut data yang diperoleh dari BPBD Jateng, terdapat 18 daerah yang mengalami kekeringan di pertengahan tahun ini.

Ada pun, beberapa daerah yang menjadi titik pengawasannya saat kekeringan yaitu berada di Wonogiri, Rembang, Klaten, dan Purwodadi. Pasalnya, beberapa kabupaten tersebut merupakan daerah tandus. 

"Ada Wonogiri, Rembang, Klaten dan Purwodadi. Itu daerah-daerah yang dalam pengawasan Pemprov selama musim kemarau. Sehingga perlu penanganan khusus untuk masalah kekeringan," tegasnya.

Pihaknya, juga telah menginstruksikan kepada tiap pemangku wilayah untuk mengelola penggunaan dana penanggulangan bencana. Sebab, ada beberapa daerah yang sampai saat ini belum tercover anggaran dari Pemprov Jateng.

"Kami minta, tiap kepala daerah untuk mengalokasikan dana cadangan guna menanggulangi masalah kekeringan yang mungkin saja terjadi," katanya.

KLIK dan LIKE di sini untuk lebih banyak berita Semarang Raya

Tokopedia

Sumber : Bisnis