Go-Jek Tawarkan Go-Food Festival di Sri Ratu Pasaraya Semarang

Vice President Central Region Go-Jek Delly Nugraha (kanan) memesan menu kuliner di Ayam Geprek Sambal Brewok milik Adrian (tengah) pada pergelaran Go-Food Festival Semarang, di Pasaraya Sri Ratu Semarang, Selasa (3/7 - 2018). (Antara/Zuhdiar Laeis)
04 Juli 2018 12:50 WIB Newswire Semarang Share :

Semarangpos.com, SEMARANG — Setidaknya 30 stan yang menawarkan berbagai produk karya kuliner turut meramaikan pergelaran Go-Food Festival Semarang yang dilaksanakan Go-Jek selama setahun penuh sejak Mei 2018 lalu di Sri Ratu Pasaraya Semarang, Jawa Tengah.

“Kami hadirkan 30 merchant terbaik untuk menyajikan produk kulinernya mulai 21 Mei 2018 sampai satu tahun ke depan. Sistemnya rolling," kata VP Operation and Business Development Go-Food Brata Santoso di Kota Semarang, Jawa Tengah, Selasa (3/7/2018).

Go-Food Festival, diklaimnya sebagai wujud apresiasi Go-Food atas tingginya minat pengusaha mikro kecil dan menengah (UMKM), khususnya UNKM kuliner, untuk tumbuh besar bersama. Dia mengklaim, setidaknya 200.000 merchant dari berbagai kota di Indonesia sampai sekarang ini telah tergabung dengan Go-Food yang mulai hadir di aplikasi Go-Jek sejak April 2015.

"Lebih dari 80% merchant yang menjadi partner Go-Food merupakan pengusaha kuliner yang masuk kategori pengusaha kecil dan menengah yang punya potensi untuk tumbuh lebih besar lagi," katanya.

Akan tetapi, imbuh dia, pendanaan dan jaringan yang selama ini masih menjadi tantangan yang dihadapi UMKM kuliner sehingga pihaknya ingin membantu menjembatani menghadapi tantangan itu. Selama ini, kata Brata, para pelaku UMKM kuliner selalu terhambat memulai bisnis karena memikirkan harus memiliki modal yang besar dan karyawan dalam jumlah banyak.

"Melalui Go-Food Festival ini, kami memberikan akses sebesar-besarnya kepada pelaku UMKM kuliner untuk berinovasi tanpa perlu modal yang besar. Konsepnya pujasera atau food court," katanya. Artinya, simpul dia, pengusaha UMKM kuliner tidak perlu menyiapkan dana besar di muka untuk biaya sewa tempat dan jasa pelayanan, apalagi pihaknya juga menyiapkan seluruh kebutuhan peralatan masaknya.

VP Central Region Go-Jek, Delly Nugraha, menambahkan banyak mitranya yang memulai bisnis kuliner hanya dari dapur rumahan dengan peralatan sederhana, tetapi sekarang ini berkembang besar. Ia menyebutkan rata-rata transaksi merchant yang menjadi mitra Go-Food melonjak 2,5 kali lipat sehingga berdampak sangat positif terhadap perkembangan industri kuliner di Indonesia.

"Ada beberapa kunci penting membedakan Go-Food dengan layanan pesan-antar lainnya, seperti pilihan merchant dan menu yang beragam. Selain itu, Go-Food juga tersedia di 50 kota," katanya.

Andri, pemilik usaha kuliner Ayam Geprek Sambal Brewok mengaku sebelum bergabung dengan Go-Food setiap hari hanya bisa melayani 10-15 pesanan ayam geprek. "Dulu, paling order 10-15-an/hari. Sekarang, setiap hari di atas 30 order. Ya, naik dua kali lipat. Banyak sekali order yang masuk sejak saya bergabung dengan Go-Food," akunya.

KLIK dan LIKE di sini untuk lebih banyak berita Semarang Raya

Sumber : Antara