Pattiro Semarang Desak Hak Istimewa Anak Guru Dicabut

ilustrasi PPDB online. (Solopos/Dok)
04 Juli 2018 17:50 WIB Imam Yuda Saputra Semarang Share :

Semarangpos.com, SEMARANG — Pusat Telaah dan Informasi Regional (Pattiro) Kota Semarang mendesak Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Tengah (Jateng) mencabut aturan terkait hak istimewa anak guru dalam penerimaan siswa baru atau pendaftaran peserta didik baru (PPBD) pada sekolah menengah atas (SMA) dan sekolah menengah kejuruan (SMK) negeri yang tercantum pada Peraturan Gubernur (Pergub) Jateng No. 64/2018.

Ketua Posko Layanan Pengaduan PPDB Kota Semarang dan Provinsi Jateng 2018/2018 dari Pattiro Semarang, M. Syoffi, menyebutkan ada sekitar 446 anak guru yang tahun ini masuk SMA/SMK negeri secara otomatis berkat aturan itu. Padahal, baik secara prestasi maupun zonasi, para anak guru itu tidak memenuhi persyaratan.

"Dengan diterimanya anak guru secara otomatis akan mengurangi kursi untuk calon siswa dengan zona lebih dekat maupun dari kalangan keluarga miskin. Ini tentuny bertentangan dengan prinsip keadilan pendidikan dan tidak sesuai dengan tujuan PPDB," ujar Syofii saat dihubungi Semarangpos.com, Rabu (4/7/2018).

Syofii menambahkan sesuai Pergub Jateng yang memberika tiket untuk anak guru masuk secara otomatis di SMA maupun SMK negeri itu juga tidak sesuai dengan Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Permendikbud) No. 14/2018 tentang PPDB. Dalam Permendikbud itu, lanjut Syofii, PPDB digelar dengan tujuan agar penerimaan peserta didik berjalan secara objektif, transparan, akuntabel, nondiskriminatif, dan berkeadilan dalam rangka mendorong peningkatan layanan dan kualitas pendidikan.

"Saat ini anak guru bisa masuk ke sekolah negeri tempat secara otomatis, tanpa mempertimbangkan nilai maupun zonasi. Ini jelas tidak adil bagi peserta lain yang harusnya memiliki kesempatan yang sama," beber Syofii.

Syofii menyebutkan di Jateng ada sekitar 446 anak guru yang tahun ini bakal menjadi peserta didik baru SMA maupun SMK. Dari 446 anak itu proporsi terbesar ada di jurusan IPA dengan 302 anak, dan jurusan IPS dengan 144 anak.

Sementara itu, jumlah calon siswa yang merupakan anak guru terbanyak berada di Kabupaten Brebes dengan 35 orang, Cilacap 28 orang, Klaten dan Rembang dengan. 24 orang. "Kami berharap Pemprov Jateng mempertimbangkan desakan ini dan lebih mengutamakan siswa miskin serta zonasi terdekat sebagai pertimbangan utama dama proses PPDB SMAN/SMKN," tegas Syofii.

KLIK dan LIKE di sini untuk lebih banyak berita Semarang Raya

Tokopedia