Rekapitulasi Suara Pilbup Temanggung Aman, Khadziq-Bowo Menang Telak

Para Ketua Panitia Pemilihan Kecamatan membuka kotak suara pada rekapitulasi hasil penghitungan suara Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Temanggung di KPU Temanggung. (Antara/Heru Suyitno)
05 Juli 2018 01:50 WIB Newswire Semarang Share :

Semarangpos.com, TEMANGGUNG — Teror pesan singkat yang mengajak demonstrasi besar-besaran di Temanggung tak terbukti. Rekapitulasi penghitungan suara pilkada atau tepatnya Pilbup Temanggung 2018 aman terlaksana dengan pasangan Khadziq-Bowo memperoleh kemenangan telak.

Pasangan calon bupati dan calon wakil bupati Temanggung M. Al Khadziq dan Heri Ibnu Wibowo unggul di 17 kecamatan dalam rekapitulasi hasil penghitungan suara di KPU Temanggung, Rabu (4/7/2018). Pasangan nomor urut 3 terebut meraih 258.734 suara di 17 kecamatan, yakni Bansari, Bejen, Candiroto, Gemawang, Jumo, Kaloran, Kandangan, Kedu, Kledung, Ngadirejo, Parakan, Pringsurat, Tembarak, Tlogomulyo, Tretep, dan Kecamatan Wonoboyo.

Pasangan Khadiq-Bowo mengalahkan pasangan calon incumbent bupati Bambang Sukarno yang berpasangan dengan Matoha. Pasangan itu hanya menang di tiga kecamatan dengan total perolehan sebanyak 156.576 suara. Pasangan nomor urut 1 ini meraih kemenangan di Kecamatan Bulu, Temanggung, dan Kecamatan Kranggan.

Sementara itu, duet calon bupati dan calon wakil bupati Temanggung nomor urut 2 Haryo Dewandono dan Irawan Prasetyadi menduduki posisi ketiga dengan memperoleh 60.988 suara.

Dari kemenangan di 17 kecamatan tersebut, Khadiq-Bowomemperolehan suara paling banyak di Kecamatan Kedu dengan 25.327 suara, sedangkan pasangan Bambang-Matoha paling banyak meraih suara di Kecamatan Temanggung dengan 22.307 suara.

Ketua KPU Kabupaten Temanggung Sujatmiko mengatakan setelah rekapitulasi hasil penghitungan suara ini tahapan selanjutnya adalah penetapan pasangan calon terpilih. Jika ada pasangan calon yang merasa keberatan dan akan mengajukan gugatan ke Mahkamah Konstitusi mka batas akhir pada Jumat (6/7/2018).

"Kalau ada pasangan calon yang keberatan dan yang dipersoalkan masalah hasil, kemungkinan besar akan ditolak MK karena selisih perolehan suara cukup lebar," katanya.

Menyinggung ketidakhadiran saksi pasangan nomor urut 1 dan 2 dalam rekapitulasi tersebut, Sujatmiko mengatakan hal itu tidak ada pengaruhnya dan tidak akan menggugurkan hasil pilkada. "Kami sudah undang semua saksi, ternyata ada yang tidak datang dan ini tidak masalah," katanya.

KLIK dan LIKE di sini untuk lebih banyak berita Semarang Raya

Sumber : Antara