Rumuskan Dakwah Milenial, Ulama Dihimpun Halakah Ulama 5 Unissula

Ketua Panitia Halakah Ulama 5 Universitas Islam Sultan Agung Semarang Agus Irfan (kanan), Wakil Rektor I Unissula Bedjo Santoso (tengah), dan Ketua PWI Jateng Amir Machmud saat konferensi pers penyelenggaraan Halakah Ulama 5 Unissula di Semarang, Rabu (4/7 - 2018). (Antara/Zuhdiar Laeis)
05 Juli 2018 05:50 WIB Newswire Semarang Share :

Semarangpos.com, SEMARANG — Universitas Islam Sultan Agung (Unissula) Semarang berencana mengumpulkan kalangan ulama dalam Halakah Ulama 5 Unissula untuk merumuskan strategi optimalisasi dakwah yang sejuk bagi generasi milenial.

"Generasi milenial sekarang ini banyak mendapatkan informasi dari digital, termasuk pengetahuan tentang agama," kata Ketua Panitia Halakah Ulama 5 Unissula Agus Irfan di Kota Semarang, Jawa Tengah, Rabu (4/7/2018).

Pada era digital ini, terang Agus Irfan, dakwah bisa dilakukan di mana pun, terutama ruang-ruang publik di media sosial, Internet, dan lainnya di dunia maya yang memiliki jangkauan sangat luas. Dakwah, kata pengajar Fakultas Agama Islam (FAI) Unissula Semarang itu, tidak lagi terbatas dilakukan di mimbar dakwah sebagaimana biasanya, seperti di masjid dan majelis-majelis.

Siapa pun dengan gadget, kini bisa menjadi seorang dai atau pendakwah tanpa perlu mementingkan bacaan Alquran, baik maupun buruk, hingga kapasitas keilmuannya cukup dan mumpuni. Asalkan mampu merangkai kata-kata dengan sedikit kemampuan berbicara, lanjut Kepala Pesantren Mahasiswa Unissula itu, seseorang seolah-olah sudah sah menjadikannya sebagai pendakwah atau orang yang menyampaikan dakwah.

"Anomali yang begitu besar ini membuat profesi dai menjadi absurd. Batas-batas menjadi kabur, antara orang yang pandai menyampaikan dakwah dengan orang yang memang menjadi dai," ucap Agus Irfan.

Padahal, kata Agus Irfan, tidak sembarang orang memiliki kemampuan menafsirkan ayat suci Alquran sebab butuh banyak perangkat keilmuan yang mendukung kemampuan untuk bisa memahami tafsir ayat suci. "Namun, generasi milenial tidak berbicara itu. Apa yang dikatakan sesuai teks, ya, sudah itu. Ini yang harus disikapi ulama untuk merumuskan peran efektif mereka dalam membekali generasi milenial," kata Agus Irfan.

Dengan landasan itu, Agus Irfan mengatakan bahwa Unissula berencana mengumpulkan para ulama dalam Halakah Ulama 5 Unissula untuk merumuskan strategi berdakwah menghadapi era milenial, terutama dakwah wasathiyah atau moderat. Sederet ulama dijadwalkan hadir, seperti ulama karismatik asal Rembang K.H. Maimoen Zubair, K.H. Cholil Navis, K.H. Abdul Qoyyum, Prof. Masdar Hilmy, Prof. Ahmad Rofiq, dan K.H. Mukhlis Hanafi.

Halakah Ulama 5 Unissula yang akan berlangsung di kampus Unissula dan Hotel Grasia Semarang pada tanggal 11 s.d. 12 Juli 2018 itu akan dibuka langsung oleh Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin.

Sementara itu, Wakil Rektor I Unissula Bedjo Santoso, Ph.D. mengakui selama ini belum banyak ulama berpandangan moderat yang memanfaatkan teknologi informasi untuk menghadirkan dakwah yang sejuk. "Dari halakah ini, kami akan mengajak para ulama menyusun bagaimana berdakwah secara maksimal, efektif, dan efisien dengan memanfaatkan kecanggihan teknologi menyasar generasi milenial," kata Bedjo Santoso.

KLIK dan LIKE di sini untuk lebih banyak berita Semarang Raya

Sumber : Antara