Mantan Wakil Ketua DPRD Gugat Wali Kota Salatiga Rp25,9 M

Wali Kota Salatiga Yuliyanto. (pontianakkota.go.id)
06 Juli 2018 06:50 WIB Alif Nazzala Rizqi Semarang Share :

Semarangpos.com, SEMARANG — Wali Kota Salatiga Yuliyanto digugat oleh mantan wakil ketua DPC Partai Gerindra dan wakil ketua DPRD Salatiga, Diah Sunarsasi, atas pelengseran dirinya sebagai pimpinan DPRD beberapa waktu lalu.

Dalam gugatannya, Diah Sunarsasi menuntut sosok penggantinya di partai dan dewan, masing-masing yakni Yuliyanto yang juga wali kota Salatiga dan Riawan Woro Endartiningrum, ganti rugi total senilai Rp25,9 miliar.

Sofyan, selaku Kuasa Hukum Diah, mengatakan dalam gugatan perkara pihaknya menuntut ganti materiil senilai Rp5,9 miliar dan tuntutan immaterial Rp20 miliar. "Sudah dilayangkan, teregister Nomor 36/Pdt.G/208/PN.Slt Tanggal 29 Juni 2018. Dan per Senin [9/7/2018] besok sidang untuk Bu Woro," ujarnya, Kamis (5/7/2018).

Sofyan menuturkan kliennya tak terima karena posisinya sebagai wakil ketua DPRD Salatiga digantikan secara tiba-tiba oleh Yuliyanto. Pasalnya, belum ada pembicaraan langsung antara Diah dengan Yuli tentang pergantian tersebut.

"Bu Diah itu status dan kedudukannya kan belum berakhir, 2014-2019. Sepanjang yang diketahui Bu Diah tidak melalui proses, mekanisme formil apapun sama sekali," tambahnya.

Menurut Sofyan, kliennya baru mengetahui adanya surat pergantian tersebut melalui Whatsapp Group. Surat tersebut, ditujukan kepada ketua DPRD mengatasnamakan partai, Maret lalu. Kemudian ditindaklanjuti dengan surat keputusan dari Plt. gubernur Jateng yang berisi pergantian Diah di Dewan Perwakilan Rakyat Daerah, per 25 Mei 2018.

"Padahal, kita sebelumnya juga sudah mengajukan permohonan penundaan karena masih ada mahkamah partai terkait sengketa penggantian ketua DPC Partai Gerindra Kota Salatiga yang belum selesai," katanya.

Selain itu, lanjut dia, penggantian Diah Sunarsasi selaku ketua DPC Partai Gerindra Kota Salatiga pada 18 Mei lalu telah mengajukan permohonan penyelesaian sengketa kepengurusan di Mahkamah Partai DPP Partai Gerindra dengan termohon Yuliyanto. Diah melakukan upaya tersebut untuk menguji sah atau tidaknya Yuliyanto sebagai ketua DPC Gerindra Salatiga.

Seperti diketahui, pada Oktober tahun 2017 lalu, Diah selaku ketua DPC Gerindra Kota Salatiga periode 2014-2019 sempat digantikan posisinya oleh Yuliyanto sebagai Ketua DPC Gerindra Kota Salatiga lewat surat keputusan DPP Partai Gerindra No 07-0124/Kpts/DPP-Gerindra/2017. "Itu menurut Bu Diah, mekanisme juga tidak jelas. Dan sengketa parpol kan harus diselesaikan secara internal, apalagi ini mendekati agenda pilpres dan sebagainya, maka kami minta cepat. Tapi tidak ada respons sampai sekarang," tuturnya.

Selain dua nama di atas, ketua umum DPP Gerindra, ketua DPRD Kota Salatiga, wali kota Salatiga, dan Gubernur Jawa Tengah (incasu Plt Gubernur Jateng) juga turut menjadi turut tergugat satu hingga empat. "Kenapa Pak Yuliyanto dan Bu Woro sebagai tergugat? Karena kami menduga usulan mengambil alih kedudukan itu inisiatifnya, tidak serta merta dari bawah. Mereka kami duga melakukan berbagai upaya merebut posisi tadi. Dan istilah hukumnya, dalam menyempurnakan pengambilalihan itu, kan baru melibatkan berbagai pihak," pungkasnya.

KLIK dan LIKE di sini untuk lebih banyak berita Semarang Raya

Tokopedia

Sumber : Bisnis