BPJS Kesehatan Jaga Mutu Layanan Lewat Executive Frontliner

Jajaran pimpinan BPJS Kesehatan Semarang ikut melayani masyarakat dalam executive frontliner, Kamis (5/7 - 2018). (Antara)
06 Juli 2018 05:50 WIB Newswire Semarang Share :

Semarangpos.com, SEMARANG — Melayani langsung masyarakat dianggap istimewa oleh jajaran pimpinan BPJS Kesehatan Cabang Semarang. Mereka bahkan harus menggelar kegiatan khusus agarterlihat bisa berinteraksi akrab dengan masyarakat peserta Jaminan Kesehatan Nasional-Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS).

Interaksi akrab pimpinan BPJS Kesehatan dengan masyarakat peserta JKN-KIS bukanlah wujud asli keseharian mereka. Interaksi akrab itu hanyalah kegiatan executive frontliner yang dirancang secara khusus.

"Kegiatan executive frontliner ini merupakan salah satu wujud komitmen kami dalam menjaga dan mengoptimalkan mutu pelayanan kepada peserta JKN-KIS. Kepuasan dan loyalitas peserta menjadi prioritas kami," papar Kepala BPJS Kesehatan Cabang Semarang Bimantoro seusai melayani peserta JKN-KIS di Kantor Layanan Operasional Kabupaten Demak sebagaimana dikutip Kantor Berita Antara, Kamis (5/7/2018).

Ia menggantikan sementara tugas frontliner BPJS Kesehatan di loket fast track alias pelayanan cepat. Kegiatan tersebut, lanjut Bimantoro, merupakan rangkaian kegiatan HUT ke-50 BPJS Kesehatan sekaligus memastikan peserta JKN-KIS mendapat pelayanan terbaik dengan meninjau sejumlah Kantor BPJS Kesehatan Cabang Semarang.

"Berinteraksi dan melayani langsung peserta JKN-KIS tentu menjadi kesan tersendiri bagi kami. Tugas frontliner sebagai garda terdepan pelayanan peserta JKN-KIS di Kantor BPJS Kesehatan memiliki tantangan tersendiri. Kualitas layanan, tidak boleh stagnan karena ekspektasi peserta akan terus meningkat," aku Bimantoro.

Menurut Bimantoro, jika dibandingkan dengan negara-negara lain yang menerapkan sistem jaminan sosial, pertumbuhan peserta program jaminan kesehatan di Indonesia terbilang amat pesat karena dalam waktu empat tahun, program JKN-KIS telah mengaver hampir 80% dari total penduduk Indonesia.

Sebagai pembanding, negara yang menjalankan program jaminan sosial sejak lama seperti Jerman membutuhkan waktu sekitar 120 tahun untuk mengaver 85% populasi penduduk, Austria menjalankan selama 79 tahun mengaver 99% populasi penduduk, sementara Jepang memerlukan waktu 36 tahun, dan Belgia membutuhkan 118 tahun untuk mencakup 100% populasi penduduk.

"Saat ini program JKN-KIS telah menjadi program jaminan kesehatan terbesar di dunia, jika melihat jumlah kepesertaannya yang telah melampaui 198,8 juta dan dilaksanakan melalui pendekatan single payer institution. Jumlah tersebut dipastikan akan terus bertambah hingga tercapai cita-cita Universal Health Coverage (UHC) atau cakupan kesehatan semesta, sehingga nantinya seluruh penduduk Indonesia akan terlindungi oleh jaminan kesehatan JKN-KIS yang berkualitas dan berkesinambungan," kata Bimantoro.

Dalam memberikan pelayanan, BPJS Kesehatan telah bekerja sama dengan 22.247 FKTP yang terdiri atas 9.881 puskesmas, 5.023 dokter praktik perorangan, 5.473 klinik nonrawat inap, 643 klinik rawat inap, 20 RS kelas D pratama, serta 1.207 dokter gigi.Untuk di tingkat FKTRL, BPJS Kesehatan telah bermitra dengan 2.397 RS dan klinik utama, 1.607 apotek, dan 1.079 optik.

KLIK dan LIKE di sini untuk lebih banyak berita Semarang Raya

Sumber : Antara