Revitalisasi Kota Lama Semarang Baru 20%, Wawali Optimistis Rampung Desember 2018

Ketua Badan Pengelola Kawasan Kota Lama (BPK2L) yang juga Wakil Wali Kota Semarang Hevearita Gunaryanti Rahayu meninjau progres revitalisasi kawasan Kota Lama Semarang, Kamis (5/7 - 2018). (Antara/Zuhdiar Laeis)
06 Juli 2018 13:50 WIB Newswire Semarang Share :

Semarangpos.com, SEMARANG — Revitalisasi kawasan Kota Lama Semarang yang ditangani Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) mencapai 20%. "Secara keseluruhan, pengerjaannya sudah mencapai 20%. Khusus di Jl. Letjen Suprapto sudah 80%," ungkap ketua Badan Pengelola Kawasan Kota Lama (BPK2L) Semarang yang juga Wakil Wali Kota Semarang, Hevearita Gunaryanti Rahayu, di Kota Semarang, Jawa Tengah, Kamis (5/7/2018).

Di lokasi, ia menjelaskan pengerjaan proyek revitalisasi kawasan Kota Lama Semarang meliputi pembenahan drainase, ducting atau penataan jaringan kabel di bawah prmukaan tanah, hingga street furniture. "Kendalanya, tadi kontraktor menyampaikan karena ini penggalian, banyak airnya yang ternyata semacam air payau. Jadi, terkadang menimbulkan bau. Tetapi, tetap optimistis Desember 2018 bisa selesai," katanya.

Menurut dia, pengerjaan proyek itu dilakukan secara bertahap, seperti penataan drainase yang akan dirampungkan dulu dan ditutup paving, setelah itu baru dilanjutkan dengan ducting. "Jadi, tidak seketika. Perlu satu persatu pembangunannya. Nanti, tahun depan tinggal penataannya, misalnya peruntukan bangunan. Bagaimana membangunkan pemilik gedung yang belum merevitalisasi," katanya.

Ita menambahkan street furniture atau aksesori jalan nantinya juga akan melengkapi kawasan Kota Lama Semarang, yakni dengan membuat semacam jalur bunga di Jl. Letjen Suprapto, Kota Semarang. "Kami dari Pemerintah Kota Semarang sudah usulkan khusus di Jalan Letjen Suprapto dibuat semacam jalur bunga. Meski heritage, ada kolaborasi dengan tanaman," kata perempuan yang akrab dengan sebutan Mbak Ita itu.

Deretan pot bunga, kata dia, akan menghiasi sepanjang jalan di kawasan Kota Lama Semarang, sebagaimana di Singapura, melengkapi pohon-pohon besar yang sudah ditanam untuk peneduh.

Sementara itu, Kepala Pelaksana PT Brantas Abipraya selaku kontraktor pelaksana proyek revitalisasi kawasan Kota Lama Dimas Yudha membenarkan progres pengerjaan yang sudah di angka 20%. "Area pengerjaan meliputi Jl. Letjen Suprapto, Kepodang, Sendowo, Kedasih, Cenderawasih, kemudian pembersihan kawasan Sungai Berok, dan bundaran Bubakan untuk semacam polder," katanya.

Kawasan proyek yang padat lalu lintas, kata dia, menjadi kendala tersendiri, sebab banyak proyek yang merupakan galian sehingga pihaknya sangat berhati-hati dalam pelaksanaan proyek. "Kendalanya, ya, karena areanya lalu lintasnya padat. Kami lebih berhati-hati karena proyeknya galian. Kami lebih mementingkan ke arah kesehatan dan keselamatan kerja (K3)," katanya.

KLIK dan LIKE di sini untuk lebih banyak berita Semarang Raya

Sumber : Antara