Korban Keracunan Makanan di Jepara Bertambah

Korban keracunan makanan dirawat di posko kesehatan Masjid Darussalam, Kelurahan Demaan, Kecamatan Jepara Kota, Kabupaten Jepara, Jateng, Jumat (6/7 - 2018) malam. (Antara/Polsek Jepara Kota)
08 Juli 2018 10:50 WIB Newswire Semarang Share :

Semarangpos.com, JEPARA — Jumlah korban keracunan makanan yang disajikan pada pesta pernikahan di Kecamatan Jepara, Kabupaten Jepara, Jawa Tengah bertambah. Jumlah korban yang harus menjalani rawat inap di sejumlah rumah sakit mencapai 93 orang, sedangkan pasien rawat jalan mencapai 38 orang.

Menurut Kabid Pencegahan dan Penanggulangan Penyakit Dinas Kesehatan Kabupaten Jepara Mohamad Fakhrudin, jumlah korban keracunan makanan yang menjalani rawat jalan hingga Sabtu (7/7/2018) pukul 14.00 WIB mencapai 93 orang. Korban dugaan keracunan makanan yang dirawat di Rumah Sakit Umum RA. Kartini Jepara mencapai 39 orang, Rumah Sakit Islam Hadlirin 32 orang, dan Rumah Sakit Graha 22 orang.

Sementara itu, jumlah warga yang hanya menjalani rawat jalan di posko kesehatan yang didirikan Dinas Kesehatan Kabupaten Jepara bersama Puskesmas setempat mencapai 38 orang. "Hingga kini, kami masih mendata jumlah warga yang menjalani perawatan di rumah sakit, apakah ada perubahan, baik bertambah atau berkurang," ujarnya.

Meskipun jumlah korban yang melapor mulai melambat, kata dia, posko kesehatan di Kelurahan Demaan, Kecamatan Jepara yang merupakan daerah tempat tinggal pemilik hajatan, tetap beroperasi untuk melayani warga. Ia juga mengapresiasi tim medis dari Puskesmas Jepara dan tim dari DKK Jepara bersama jajaran lain, seperti Polres Jepara, dan sejumlah pihak lainnya, atas kesigapan dan kecepatan pelayanan terhadap korban.

Sampel makanan sisa, katanya, sudah diambil bersama jajaran Polres Jepara untuk diuji di laboratorium yang rencananya akan dikirim ke laboratorium di Semarang, Senin (9/7/2018). Kapolres Jepara AKBP Yudianto Adhi Nugroho menambahkan bahwa jajaran Polres Jepara juga ikut memberikan pertolongan terhdap korban dengan bekerja sama dengan DKK Jepara, termasuk dalam pembentukan posko bersama di Masjid Darussalam Bukit Asri untuk menampung korban susulan.

"Kami juga sudah melakukan pendataan terhadap korban yang diduga mengalami keracunan setelah mengonsumsi makanan yang disajikan pada saat pesta pernikahan warga kelurahan setempat," ujarnya.

Selain itu, lanjut dia, sampel makanan yang diduga menjadi penyebab terjadinya keracunan massal juga sudah diamankan untuk dilakukan pengujian di laboratorium. Ia mengatakan secara umum korban keracunan mengalami mual, mules, pusing, muntah dan demam.

Korban keracunan, katanya, bukan hanya warga yang menghadiri pesta pernikahan, termasuk penyelenggara pernikahan juga masih menjalani perawatan. Untuk pemeriksaan saksi, katanya, dijadwalkan Senin (9/7/2018) karena saat ini korban belum bisa dimintai keterangannya karena masih dalam perawatan.

Berdasarkan pemberitaan sebelumnya, peristiwa keracunan massal tersebut berawal salah seorang warga Kelurahan Demaan yang menggelar pesta pernikahan di gedung Ali Purnomo BBPBAP Jepara, Kamis (5/7/2018). Pada Jumat (6/7/2018) malam mulai muncul keluhan dari sejumlah warga Kelurahan Demaan yang ikut hadir pada acara resepsi itu.

Selanjutnya, warga sekitar yang mengalami perut mual atau pusing dikumpulkan di Masjid Darussalam Kelurahan Demaan yang selanjutnya dijadikan posko kesehatan oleh DKK Jepara bersama Polres Jepara.

KLIK dan LIKE di sini untuk lebih banyak berita Semarang Raya

Tokopedia

Sumber : Antara