BMKG: Bunga Es di Dieng Bisa Terjadi di Daerah Lain

Deputi Bidang Klimatologi, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Herizal memberikan bantuan alat pengukur curah hujan ke beberapa desa di Kabupaten Magelang. (Antara/Heru Suyitno)
08 Juli 2018 18:50 WIB Newswire Semarang Share :

Semarangpos.com, MAGELANG Fenomena embun es yang terjadi di kawasan dataran tinggi Dieng, Kabupaten Wonosobo, Jawa Tengah bisa terjadi di daerah lain. Demikian diungkapkan Deputi Bidang Klimatologi, Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Herizal.

"Kejadian embun es di Dieng bisa terjadi di pegunungan lain, tetapi tidak terlaporkan," kata Herizal seusai penutupan sekolah lapang iklim tahap III yang diselenggarakan BMKG di Desa Pekunden, Kecamatan Ngluwar, Kabupaten Magelang, Sabtu (7/7/2018).

Ia mengatakan kejadian di Dieng terlaporkan karena ada nilai ekonominya, yakni tanaman kentang. Karena daerah lain tidak ada nilai ekonominya, maka bisa saja tidak terlaporkan.

Menurut dia, tanaman tertentu bisa terdampak dengan adanya embun es tersebut, antara lain tanaman kentang. "[Karena] embun es yang menempel di daun, tanaman kentang lama kelamaan bisa rapuh, sehingga daun mengering," katanya.

Ia menuturkan selama musim kemarau belum habis fenomena embun es itu bisa terjadi di kawasan Dieng. Ia menjelaskan pada musim kemarau langit lebih kering, akibatnya ketika malam hari suhu lepas semua tidak ada yang menahan sehingga terjadi percepatan pendinginan.

Oleh karena itu, simpulnya, tempat-tempat pegunungan yang daerahnya bersih dan langitnya cerah maka malam hari lebih dingin. Ia mengatakan di dataran tinggi Dieng fenomena itu biasa terjadi, setiap tahun pasti ada.

Petani kentang di dataran tinggi Dieng, Budiono ketika dihubungi mengatakan pada musim kemarau ini dalam dua hari terakhir telah terjadi embun es yang menempel di plastik mulsa atau tanaman kentang.

Menurut dia, embun es yang terjadi Jumat (6/7/2018) lebih tebal dibandingkan Sabtu pagi. "Memang tadi pagi juga terjadi embun es, tetapi tidak begitu tebal," katanya.

Ia mengatakan embun es bisa terjadi selama musim kemarau, namun tidak setiap hari bisa terjadi embun es. "Pada hari-hari tertentu saja kalau suhunya sangat dingin terjadi embun es. Kalau suhu dingin dan tidak ada angin biasanya terjadi embun es," katanya.

Menurut dia, embun es bisa merusak tanaman kentang, sedangkan terhadap tanaman wortel dan kol tidak berpengaruh.

KLIK dan LIKE di sini untuk lebih banyak berita Semarang Raya

Sumber : Antara