Sudah 80% Aktivitas Bangunan Kota Lama Semarang Direvitalisasi

Ketua Badan Pengelola Kawasan Kota Lama (BPK2L) yang juga Wakil Wali Kota Semarang Hevearita Gunaryanti Rahayu meninjau progres revitalisasi kawasan Kota Lama Semarang, Kamis (5/7 - 2018). (Antara/Zuhdiar Laeis)
09 Juli 2018 12:50 WIB Newswire Semarang Share :

Semarangpos.com, SEMARANG — Badan Pengelola Kawasan Kota Lama (BPK2L) Semarang mengklaim revitalisasi aktivitas bangunan di kawasan tersebut sudah pulih 80%. "Jumlahnya sudah bertambah. Dari hitungan kami, 80% bangunan yang sudah direvitalisasi," kata Ketua BPK2L Hevearita Gunaryanti Rahayu di Kota Semarang, Jawa Tengah, Jumat (6/7/2018).

Ita—sapaan akrab Hevearita—menjelaskan revitalisasi bangunan-bangunan yang berskala besar terus bertambah sehingga akan semakin menghidupkan kawasan Kota Lama. Ia mencontohkan PT Perusahaan Perdagangan Indonesia (PPI) yang melakukan revitalisasi bangunan tuanya yang ada di 13 titik di kawasan Kota Lama Semarang.

"Dari PPI, sudah revitalisasi langsung 13 gedung, sudah mulai jalan. Kemudian, PT Perkebunan Nusantara [PN] IX juga berencana membikin semacam kafe," katanya.

Dari PT Rajawali Nusindo, kata dia, segera merevitalisasi aset bangunan kunonya di kawasan Kota Lama Semarang dan BPK2L Semarang mengusulkan semacam distro. "Kemarin, kami minta ada tambahan kayak distro. Dari Rajawali Nusindo kemungkinan seperti itu. Sebenarnya, banyak pihak ketiga atau investor yang ingin membangun," katanya.

Artinya, simpul dia, pihak ketiga siap bekerja sama dalam revitalisasi dan pengelolaan aset yang ada di kawasan Kota Lama Semarang sehingga saling menguntungkan. Dari PT Taman Wisata Candi Borobudur, lanjut dia, sudah siap bekerja sama untuk membangun hotel, perkantoran, dan kafe, lengkap dengan "indoor teater".

"Jadi, lengkap nanti. Ada macam-macam, hotel, kafe, dan sebagainya. Namun, masih ada beberapa bangunan yang masih belum dioptimalkan. Kami terus gerakkan mereka," katanya.

Diakui Ita yang juga Wakil Wali Kota Semarang itu, kemungkinan ada pemilik bangunan yang belum menyadari potensi kawasan Kota Lama Semarang setelah direvitalisasi. "Kalau yang sudah tahu dengan seperti ini [revitalisasi], mereka antusias. Yang belum itu, seperti Gedung Gabungan Koperasi Batik Indonesia [GKBI]," katanya.

Dari Pemerintah Kota Semarang, kata dia, sudah melakukan pendekatan dengan pengelola bangunan itu, tetapi selama ini masih terkendala pada status kepemilikannya. "Untuk Gedung GKBI sudah kami sampaikan, tetapi belum ketemu siapa penanggung jawabnya. Kan itu milik gabungan koperasi. Namun, terus kami dorong," katanya.

Ita menambahkan tantangan ke depan bagi Pemkot Semarang adalah "membangunkan" para pemilik bangunan di kawasan Kota Lama yang selama ini belum melakukan pembenahan. "Tantangan bagi Pemkot Semarang dan BPK2L, bagaimana setelah revitalisasi. Selanjutnya, tanggung jawab kami. Proyek ini kan dibuatkan kementerian," katanya.

KLIK dan LIKE di sini untuk lebih banyak berita Semarang Raya

Tokopedia

Sumber : Antara