BMKG Ingatkan Petani Tak Perlu Paksakan Tanam Padi saat Kemarau

Petani menyiapkan bibit padi (Antara/Ampelsa)
09 Juli 2018 10:50 WIB Newswire Semarang Share :

Semarangpos.com, MAGELANG — Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mengingatkan para petani—khususnya di daerah tadah hujan—untuk tidak memaksakan diri menanam padi memasuki musim kemarau 2018 ini.

"Sekitar 60% hingga 70% wilayah Indonesia memasuki musim kemarau, petani kami sarankan untuk menanam tanaman yang membutuhkan sedikit air," kata Deputi Bidang Klimatologi BMKG Herizal di Magelang, Jawa Tengah, Sabtu (7/7/2018). Ia menyampaikan hal tersebut pada penutupan Sekolah Lapangan Indonesia (SLI) Tahap 3 yang digelar BMKG di Desa Pekunden, Kecamatan Ngluwar, Kabupaten Magelang, Jateng.

Menurut dia, petani tak perlu memaksakan diri menanam padi sampai awal Oktober 2018 mendatang, karena berdasarkan prakiraan, musim hujan sekitar awal Oktober 2018. Ia mengatakan meskipun memasuki musim kemarau beberapa daerah masih ada air, terutama di daerah irigasi teknis.

"Namun, di daerah tadah hujan tidak ada lagi air, jadi harus menanam jenis tanaman lain yang tidak banyak membutuhkan air, jangan paksakan tanam padi," katanya.

Ia mengatakan meskipun dalam musim kemarau, bukan berarti tidak ada hujan, tergantung wilayahnya dan untuk dataran tinggi masih ada curah hujan. "Jadi bicara kemarau tidak hitam putih semuanya sama rata, ada yang kering ada yang kurang kering, yang kurang kering misalnya di daerah Gunung Slamet," katanya.

Ia menyampaikan untuk wilayah Jateng seperti daerah pantai utara (pantura) dan Jawa Tengah bagian timur hujannya sudah minim, karena daerah tersebut lebih kering. "Semua wilayah Jawa Tengah sudah memasuki musim kemarau, tetapi yang keringnya lebih panjang daerah pantura dan Jateng bagian timur," katanya.

KLIK dan LIKE di sini untuk lebih banyak berita Semarang Raya

Sumber : Antara