Gara-Gara SKTM Ganjar Murka, 3 Kasek Terancam Dipecat Termasuk di Karanganyar

Gubernur Jateng, Ganjar Pranowo (kedua dari kanan), saat memantau proses verifikasi SKTM dalam PPDB Online di Kantor Disdikbud Jateng, Kota Semarang, Selasa (10/7/2018). (Istimewa - tim media Ganjar Pranowo)
10 Juli 2018 15:50 WIB Imam Yuda Saputra Semarang Share :

Semarangpos.com, SEMARANG – Sebanyak tiga kepala sekolah favorit di Jawa Tengah (Jateng) terancam kehilangan jabatan. Ketiganya terancam dipecat dari posisi kepala sekolah karena enggan melakukan verifikasi surat keterangan tidak mampu (SKTM)  yang diajukan calon siswa dalam melakukan proses penerimaan peserta didik baru (PPDB) online 2018.

Ketiga kepala sekolah itu, yakni Purwadi, yang saat ini menjabat kepala SMAN Mojogedang, Karanganyar; Kepala SMKN 1 Blora, Mariya; dan Kepala SMKN 1 Purwokerto, Asep Saeful Anwar.

Rencana pemecatan ketiga kepala sekolah itu disampaikan langsung Gubernur Jateng, Ganjar Pranowo, di sela meninjau proses verifikasi SKTM calon siswa baru dalam PPDB online 2018 di Kantor Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Jateng, Jl. Pemuda, Kota Semarang, Selasa (10/7/2018).

Ganjar mengaku berang dengan ketiganya karena tidak melakukan proses verifikasi SKTM yang sudah diinstruksikan Kepala Disdikbud Jateng, Gatot Bambang Hastowo. Ketiganya bahkan ditelepon langsung oleh Ganjar karena jumlah SKTM yang masuk tidak wajar atau melebihi daya tampung sekolah.

“Pak, jenengan berarti tidak melakukan perintah kepala dinas untuk verifikasi faktual? Hari ini verifikasi, saya minta semua guru diturunkan! Laporkan siang hari ini juga!” ujar Ganjar melalui telepon seluler kepada Kepala SMAN Mojogedang Karanganyar, Purwadi.

Ganjar mengaku saat ditanya Purwadi mengaku belum melakukan verifikasi karena tidak mendapat surat dari Disdikbud Jateng. Ia pun semakin kesal karena hal tersebut membuktikan sensitivitas kepala sekolah rendah.

Selain Purwadi, Ganjar juga menelepon kepala SMKN 1 Blora dan SMKN 1 Purwokerto. Sama seperti kepala SMAN Mojogedang, kedua kepala sekolah itu juga menyatakan belum melakukan verifikasi karena tidak mendapat instruksi dari Disdikbud Jateng.

Ganjar menegaskan seluruh sekolah Selasa ini diminta melakukan verifikasi SKTM dengan menerjunkan langsung para guru. Ia mengaku mendapat komplain terkait SKTM dari berbagai pihak.

“Sebenarnya teman-teman di daerah sudah banyak yang melakukan verifikasi, tapi ada juga yang enggak serius. Hari ini [Selasa] semua saya perintahkan verifikasi. Saya tegaskan kepada kepala sekolah yang tidak mau verifikasi. Kalau tidak mau jadi kepala sekolah ya berhenti, saya tegas saja,” ujar Ganjar.